- Ketua BEM FH Universitas Bung Karno diduga menerima aliran dana sebesar Rp300 juta untuk meredam suara kritis mahasiswa.
- Ketua SEMA UGM menilai tindakan tersebut merupakan taktik pembungkaman gerakan mahasiswa yang berpotensi menimbulkan skeptisisme publik secara luas.
- Mahasiswa kini memperkuat konsolidasi lintas kampus sebagai langkah strategis untuk menangkal upaya pecah belah oleh kepentingan politik praktis.
Suara.com - Dugaan aliran dana sebesar Rp300 juta yang menyeret Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) memicu gelombang kritik dari sejumlah pihak.
Skandal ini terungkap setelah Ketua BEM FH UBK mengakui telah menerima uang muka sebesar 20 persen.
Ketua Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM), Mesa, menilai dugaan pemberian uang kepada Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) menjadi alarm serius bagi gerakan mahasiswa.
Menurutnya kasus ini sebagai bentuk nyata dari taktik pembungkaman suara kritis yang terus berulang.
"Ya sebenarnya hal ini atau pola ini tuh cukup menjadi penyakit yang tak kunjung sembuh ya. Perihal aktivisme bayaran, perihal gerakan yang diredam melalui anggaran dan banyak hal," kata Mesa saat dihubungi Suara.com, Rabu (24/6/2026).
Ia menyayangkan masih adanya mahasiswa atau kelompok mahasiswa yang dinilai mudah dipengaruhi dengan berbagai tawaran dan bayaran.
Padahal, modal utama yang dimiliki mahasiswa sebagai agen kontrol sosial adalah suara dan keberanian menyampaikan kritik.
"Padahal satu-satunya alat mahasiswa adalah suaranya. Maka ketika suaranya itu justru dibeli atau dijual, ya maka tidak ada lagi yang tersisa yang dimiliki oleh mahasiswa gitu," ujarnya.
Mesa mengakui kasus semacam ini berpotensi menimbulkan skeptisisme publik dan mendelegitimasi gerakan mahasiswa secara keseluruhan.
Baca Juga: Dugaan Rp20 Juta Usai Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM dan Bentuk Tim Investigasi
Namun, ia meminta mahasiswa tetap optimistis dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran agar upaya-upaya menggembosi gerakan tidak kembali terulang.
Menurut Mesa, mahasiswa perlu membangun konsolidasi yang lebih kuat dan terus mengamplifikasi suara rakyat.
Gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti hanya karena muncul kasus yang mencoreng sebagian kelompok mahasiswa.
Lebih lanjut, ia memandang skandal ini sebagai contoh nyata bagaimana sebuah organisasi mahasiswa rentan dijadikan alat stempel legitimasi oleh pihak penguasa.
Ruang dialog formal di Istana disinyalir hanya taktik komunikasi politik untuk mengklaim bahwa pemerintah telah menyerap aspirasi. Tanpa kemudian ada perubahan kebijakan yang substantif di tingkat struktural.
"Nah, kiranya hal serupa juga menjadi alasan kenapa misalnya UBK itu dijadikan alat. Dijadikan alat untuk oke istana sudah menerima mahasiswa, istana sudah berdialog dengan mahasiswa, istana sudah sudah menyerap aspirasi mahasiswa," ucapnya.
Berita Terkait
-
Dugaan Rp20 Juta Usai Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM dan Bentuk Tim Investigasi
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ole Romeny Cetak Gol, Pelatih PSV Murka dengan Kelakuan Pemain Keturunan Indonesia
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare