News / Nasional
Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Bung Karno (UBK) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Ketua BEM FH Universitas Bung Karno diduga menerima aliran dana sebesar Rp300 juta untuk meredam suara kritis mahasiswa.
  • Ketua SEMA UGM menilai tindakan tersebut merupakan taktik pembungkaman gerakan mahasiswa yang berpotensi menimbulkan skeptisisme publik secara luas.
  • Mahasiswa kini memperkuat konsolidasi lintas kampus sebagai langkah strategis untuk menangkal upaya pecah belah oleh kepentingan politik praktis.

"Tapi apakah ada perubahan dari regulasinya? Apakah ada perubahan secara struktural sistematis dari apa yang dituntut dan bermasalah dalam programnya?" imbuhnya.

Ke depan, SEMA UGM mengaku tengah membangun infrastruktur gerakan yang lebih solid dan inklusif, baik di internal UGM maupun antarperguruan tinggi di Yogyakarta.

Langkah konsolidasi lintas kampus di Jogja ini diproyeksikan menjadi benteng pertahanan baru agar gerakan mahasiswa tidak mudah dipecah belah.

"Setidaknya di Jogja ini semua kampus itu kita bisa bareng-bareng terus supaya ke depan pun kita tidak mudah untuk digembosi atau ditunggangi kepentingan politik praktis seperti itu," tandasnya.

Load More