- Dinas Pendidikan Kota Batam menginisiasi aksi pawai siswa SD dan SMP untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.
- Pengamat kebijakan publik menilai pelibatan anak dalam aksi tersebut merupakan bentuk manipulasi opini serta propaganda orang dewasa.
- Mobilisasi siswa di Batam dianggap menyesatkan publik dan melanggar prinsip perlindungan anak dalam ranah politik praktis.
Suara.com - Klaim bahwa siswa SD dan SMP di Batam turun ke jalan atas dasar keinginan sendiri untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai bentuk manipulasi opini. Anak-anak disebut belum memiliki kapasitas untuk memahami esensi dari program nasional tersebut.
Sorotan ini muncul menyusul aksi pawai siswa sekolah di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Batam yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Batam.
Pihak dinas berkilah kehadiran siswa di jalanan murni sukarela dan tanpa paksaan. Namun, pembelaan tersebut langsung dipatahkan.
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, menyatakan bahwa narasi "anak-anak menginginkan dan mendukung MBG" adalah bentuk pelintiran opini yang tidak mendidik.
Anak-anak sekolah dinilai hanya dijadikan tameng oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan propaganda orang dewasa.
"Enggak, anak-anak enggak tahu apa itu MBG. Yang tahu orang tuanya. Jadi jangan dipelintir-pelintir anak-anak yang mau, enggak. Itu orang tuanya," kata Agus Pambagio kepada Suara.com saat dihubungi pada Rabu (24/6/2026).
Lebih lanjut, Agus menilai mobilisasi siswa di bawah umur untuk aksi jalanan ini merupakan tindakan yang sangat menyesatkan publik.
Hal tersebut tidak hanya membohongi masyarakat, tetapi juga memberikan contoh pendidikan moral yang buruk bagi tumbuh kembang anak.
"Ya menyesatkan kan, mendidik anak-anak enggak bener kan. Dan memberikan informasi yang tidak betul pada publik. Itu kan enggak boleh anak-anak diajak demo. Apa tujuannya? Emang anak-anak sudah tahu tujuan demo? Kan enggak," tambahnya.
Baca Juga: Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
Ia meminta agar publik tidak terjebak dalam dalih pihak penyelenggara yang menyatakan aksi tersebut aman dan sekadar ajakan biasa.
Menurutnya, membawa anak-anak ke ranah politik praktis atau aksi massa murni merupakan kesalahan mutlak dari orang dewasa yang mengaturnya.
Agus menegaskan, hukum perlindungan anak tidak mengenal kompromi atau alasan pembenaran yang dicari-cari.
"Enggak usah, enggak bisa dipelintir, kalau begini bagaimana, kalau itu bagaimana, enggak bisa. Hukum enggak bisa dipelintir-pelintir gitu," tutup Agus.
Berita Terkait
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta