- Fast Retailing Foundation melepas sembilan pelajar Indonesia penerima beasiswa penuh untuk melanjutkan studi sarjana di Jepang tahun 2026.
- Acara pelepasan berlangsung di Jakarta pada 17 Juni 2026 guna mendukung pengembangan pendidikan serta mempererat hubungan diplomatik kedua negara.
- Penerima beasiswa terpilih dari 600 pelamar akan menempuh berbagai bidang studi untuk menjadi pemimpin masa depan yang berwawasan global.
Suara.com - Hubungan Indonesia dan Jepang terus diperkuat melalui kerja sama di bidang pendidikan. Salah satunya melalui program beasiswa yang membuka kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di negeri Sakura.
Menteri Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Daisuke Hoshino, mengatakan pendidikan menjadi salah satu jembatan penting dalam mempererat hubungan kedua negara.
"Jepang dan Indonesia telah membangun hubungan yang erat melalui pertukaran masyarakat yang berlangsung selama bertahun-tahun. Masa studi para siswa di Jepang tidak hanya akan memberikan pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengenal beragam perspektif dan memperluas wawasan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yuli Haryanto, menyambut baik pelaksanaan program beasiswa tersebut.
Menurutnya, kerja sama di bidang pendidikan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya penting di tingkat pemerintahan, tetapi juga melalui inisiatif sektor swasta yang membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Indonesia.
"Kami berharap program ini dapat berkontribusi terhadap pembangunan sosial melalui pertumbuhan siswa sekaligus semakin memperkuat kerja sama pendidikan antara kedua negara," katanya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Beasiswa Studi ke Jepang yang digagas Fast Retailing Foundation (FR Foundation). Organisasi tersebut resmi melepas sembilan siswa Indonesia penerima beasiswa angkatan pertama yang akan melanjutkan pendidikan sarjana di berbagai universitas Jepang mulai musim gugur 2026.
Acara pelepasan digelar di Jakarta pada 17 Juni 2026 dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah Indonesia dan Jepang, akademisi, orang tua penerima beasiswa, serta media.
Program beasiswa ini dirancang untuk membantu siswa-siswi berprestasi melanjutkan pendidikan tinggi di Jepang tanpa terkendala biaya. Beasiswa yang diberikan bersifat penuh dan tidak perlu dikembalikan (non-repayable grant), mencakup biaya kuliah, biaya hidup, serta berbagai kebutuhan pendukung selama masa studi.
Baca Juga: Jogja Run D-City Sukses Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Penjualan Tiket untuk Beasiswa Pendidikan
Pada periode pendaftaran 2025, program tersebut menerima lebih dari 600 pelamar dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, Sulawesi hingga Papua. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sembilan siswa terpilih sebagai penerima beasiswa angkatan pertama.
Mereka akan menempuh berbagai bidang studi, mulai dari teknik dirgantara, ilmu material, pertanian, biologi kelautan, ilmu komputer, ekonomi, kebijakan publik, hingga pendidikan.
Presiden Fast Retailing Foundation, Tadashi Yanai, berharap para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman lintas budaya yang dapat memperluas cara pandang mereka.
"Belajar di Jepang bukan hanya tentang menambah pengetahuan di bidang yang diminati, tetapi juga tentang mengenal cara berpikir dan nilai-nilai yang berbeda," ujar Yanai.
Ia menilai dunia yang semakin terhubung membutuhkan generasi muda yang mampu berkolaborasi dan memahami berbagai perspektif global. Karena itu, para penerima beasiswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang.
Program beasiswa Indonesia ini merupakan perluasan dari inisiatif yang pertama kali diluncurkan Fast Retailing Foundation di Vietnam pada 2022. Setelah Indonesia, program serupa juga akan dibuka di Filipina.
Melalui program tersebut, Fast Retailing Foundation menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di kawasan Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit