Dalam banyak kasus, masyarakat yang hidup dalam kondisi paling rentan justru memiliki keterbatasan untuk berpindah.
Biaya transportasi, minimnya informasi, ketidakpastian pekerjaan, hingga tidak adanya tempat tinggal di wilayah tujuan membuat sebagian orang memilih bertahan meskipun menghadapi risiko yang tinggi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa mobilitas bukan hanya persoalan pilihan, tetapi juga persoalan akses dan kemampuan.
Karena itu, melihat migrasi iklim hanya sebagai perpindahan massal akibat bencana berisiko menyederhanakan realitas yang jauh lebih kompleks.
Kebijakan tidak cukup hanya berfokus pada perpindahan
Para peneliti menilai bahwa tantangan ke depan bukan hanya mengelola perpindahan penduduk, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat untuk tetap hidup secara aman dan layak di tempat asal mereka.
Hingga saat ini, belum ada kerangka internasional yang benar-benar terpadu untuk menangani mobilitas akibat perubahan iklim.
Karena itu, para ahli mendorong agar prinsip keadilan iklim mulai diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan.
Tujuannya bukan hanya menyiapkan respons ketika masyarakat terpaksa berpindah, tetapi juga memperkuat kapasitas adaptasi, melindungi kelompok rentan, dan memastikan bahwa perubahan iklim tidak memperdalam ketimpangan yang sudah ada.
Baca Juga: Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?
Pada akhirnya, perubahan iklim memang dapat mengubah pola migrasi. Tetapi keputusan untuk pergi—atau tetap bertahan, lebih sering ditentukan oleh kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang membentuk kehidupan sehari-hari manusia.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan