News / Nasional
Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat tiba di Indonesia usai menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri, Jumat, 27 Februari 2026. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Ketua DPP PSI Bestari Barus membalas kritik Deddy Sitorus terkait dukungan PSI terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode.
  • Deddy Sitorus sebelumnya menuding PSI hanya mencari sensasi dengan menumpang nama besar tokoh demi popularitas partai politik.
  • Bestari menyarankan PDIP fokus membenahi urusan internal partai daripada mengomentari strategi dukungan politik yang diambil oleh PSI.

Suara.com - Hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan (PDIP) kembali memanas. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, melontarkan serangan balik menanggapi sindiran keras Deddy Yevri Sitorus terkait sikap PSI yang mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode.

Bestari meminta PDIP fokus membenahi urusan internal partainya sendiri ketimbang sibuk mencemaskan arah politik PSI.

Ia mengaku heran mengapa partai berlambang banteng tersebut merasa perlu ikut campur dalam dukungan strategis PSI terhadap pemerintah.

"Ngapain juga itu PDIP mesti menanggapi? Kan mereka juga bukan yang ingin Prabowo Gibran menang Pemilu," ujar Bestari kepada Suara.com, Kamis (25/6/2026).

Ia bahkan menyarankan Deddy Sitorus untuk lebih giat bekerja meningkatkan elektabilitas PDIP daripada mengomentari dapur partai lain.

"Deddy suruh aja urus partainya baik-baik supaya ke depan bisa menang urutan kedua lah, naik satu peringkat," sindirnya.

Bagi PSI, mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga periode kedua adalah posisi yang wajar dan konsisten sejak awal.

Bestari menilai sikap reaktif PDIP justru menunjukkan adanya rasa cemas terhadap keberlanjutan kepemimpinan saat ini.

"PSI mendukung pasangan Prabowo-Gibran kan memang dari awal. Dan menjadi wajar-wajar saja kalau PSI berposisi ingin mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran toh," ungkap Bestari.

Baca Juga: Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

"Dan apa salahnya kalau PSI mendukung program kerjanya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Kalau PDI cemas ya berbenah lah," katanya.

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus. (Suara.com/Bagaskara)

Sindiran "Numpang Nama" dari PDIP

Perseteruan ini dipicu oleh pernyataan Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, yang menyebut manuver PSI mendukung dua periode kepemimpinan Prabowo-Gibran hanyalah cara instan mencari simpati publik.

Deddy menuding PSI tidak mandiri dan lebih suka menumpang pada isu atau nama besar tokoh demi popularitas.

"Ini kan cara untuk menarik simpati publik, PSI kan memang cenderung gitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi dengan menumpang-numpang. Misalnya dengan menyerang-nyerang PDI Perjuangan, mereka akan jadi pembicaraan publik," ujar Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (23/6/2026).

Deddy juga mempertanyakan apakah Prabowo sendiri sudah pasti bersedia maju kembali di 2029.

Ia mengingatkan bahwa saat ini pemerintah dan rakyat sedang menghadapi berbagai persoalan mendesak yang butuh solusi, bukan sekadar hiruk-pikuk pemilu yang masih sangat jauh.

"Pertanyaan saya, emang Pak Prabowo udah pasti mau? Tanya dulu dong sebelum kampanye kan itu," tegas Deddy.

"Kedua, pemilu masih lama. Jawab dulu nih persoalan-persoalan masyarakat. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa itu? Itu dulu, jangan langsung ke pemilu. Ini pemerintah lagi pusing, sudah mikirin pemilu 2029. Gak sabaran banget," pungkasnya.

Load More