- Ketua DPP PSI Bestari Barus membalas kritik Deddy Sitorus terkait dukungan PSI terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode.
- Deddy Sitorus sebelumnya menuding PSI hanya mencari sensasi dengan menumpang nama besar tokoh demi popularitas partai politik.
- Bestari menyarankan PDIP fokus membenahi urusan internal partai daripada mengomentari strategi dukungan politik yang diambil oleh PSI.
Suara.com - Hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan (PDIP) kembali memanas. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, melontarkan serangan balik menanggapi sindiran keras Deddy Yevri Sitorus terkait sikap PSI yang mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode.
Bestari meminta PDIP fokus membenahi urusan internal partainya sendiri ketimbang sibuk mencemaskan arah politik PSI.
Ia mengaku heran mengapa partai berlambang banteng tersebut merasa perlu ikut campur dalam dukungan strategis PSI terhadap pemerintah.
"Ngapain juga itu PDIP mesti menanggapi? Kan mereka juga bukan yang ingin Prabowo Gibran menang Pemilu," ujar Bestari kepada Suara.com, Kamis (25/6/2026).
Ia bahkan menyarankan Deddy Sitorus untuk lebih giat bekerja meningkatkan elektabilitas PDIP daripada mengomentari dapur partai lain.
"Deddy suruh aja urus partainya baik-baik supaya ke depan bisa menang urutan kedua lah, naik satu peringkat," sindirnya.
Bagi PSI, mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga periode kedua adalah posisi yang wajar dan konsisten sejak awal.
Bestari menilai sikap reaktif PDIP justru menunjukkan adanya rasa cemas terhadap keberlanjutan kepemimpinan saat ini.
"PSI mendukung pasangan Prabowo-Gibran kan memang dari awal. Dan menjadi wajar-wajar saja kalau PSI berposisi ingin mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran toh," ungkap Bestari.
Baca Juga: Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
"Dan apa salahnya kalau PSI mendukung program kerjanya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Kalau PDI cemas ya berbenah lah," katanya.
Sindiran "Numpang Nama" dari PDIP
Perseteruan ini dipicu oleh pernyataan Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, yang menyebut manuver PSI mendukung dua periode kepemimpinan Prabowo-Gibran hanyalah cara instan mencari simpati publik.
Deddy menuding PSI tidak mandiri dan lebih suka menumpang pada isu atau nama besar tokoh demi popularitas.
"Ini kan cara untuk menarik simpati publik, PSI kan memang cenderung gitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi dengan menumpang-numpang. Misalnya dengan menyerang-nyerang PDI Perjuangan, mereka akan jadi pembicaraan publik," ujar Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (23/6/2026).
Deddy juga mempertanyakan apakah Prabowo sendiri sudah pasti bersedia maju kembali di 2029.
Ia mengingatkan bahwa saat ini pemerintah dan rakyat sedang menghadapi berbagai persoalan mendesak yang butuh solusi, bukan sekadar hiruk-pikuk pemilu yang masih sangat jauh.
"Pertanyaan saya, emang Pak Prabowo udah pasti mau? Tanya dulu dong sebelum kampanye kan itu," tegas Deddy.
"Kedua, pemilu masih lama. Jawab dulu nih persoalan-persoalan masyarakat. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa itu? Itu dulu, jangan langsung ke pemilu. Ini pemerintah lagi pusing, sudah mikirin pemilu 2029. Gak sabaran banget," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!