- Sepuluh anggota aktif Kodap IV Sorong Raya TPNPB-OPM resmi kembali ke pangkuan NKRI pada Kamis, 25 Juni 2026.
- Mereka memutuskan untuk menyerah karena tidak tahan dengan aksi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis terhadap warga sipil.
- Keputusan ini diklaim didorong oleh pendekatan humanis TNI yang membantu kesulitan rakyat di wilayah Papua secara langsung di lapangan.
Suara.com - Sebanyak 10 anggota aktif Kodap IV Sorong Raya TPNPB-OPM secara resmi menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada Kamis (25/6/2026).
Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengapresiasi keberanian mereka meninggalkan kelompok separatis demi bersatu kembali dengan masyarakat Papua.
"Syukur Alhamdulillah, puji Tuhan, 10 anggota aktif Kodap IV Sorong Raya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) memutuskan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, berkumpul, bersatu dan menyatu dengan segenap eksponen dan elemen masyarakat Papua dalam bingkai NKRI," ujar Lucky dikutip dari Antara.
Lucky membeberkan alasan pilu di balik keputusan tersebut.
Para mantan anggota OPM ini mengaku jengah dan tidak tahan dengan aksi kekerasan yang dilakukan kelompok mereka terdahulu terhadap warga sipil sendiri.
"Eks anggota TPNPB-OPM ini kelompok OPM kerap menebar teror, merampas harta benda, hasil bumi dan ternak rakyat, tega memperkosa wanita desa, melukai bahkan tidak sungkan membunuh siapa pun yang menolak atau tidak mendukung gerakan mereka," ungkapnya.
Sebaliknya, mereka justru diklaim tersentuh dengan pendekatan humanis dan program pembangunan yang dijalankan jajaran TNI di bawah Kogabwilhan III.
Alih-alih kekerasan, mereka melihat Satgas TNI turun langsung membantu kesulitan rakyat.
"Hal ini lah yang telah menyentuh hati sekaligus menggugah rasa simpati dan empati simpatisan hingga anggota aktif TPNPB-OPM," beber Lucky.
Baca Juga: UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
Pihak TNI berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi anggota kelompok separatis lain yang masih berada di hutan untuk segera kembali.
Lucky meyakini, dengan bersatunya rakyat Papua, program percepatan pembangunan Presiden Prabowo Subianto akan melesat lebih cepat.
"Saya mengajak saudara-saudara kita lainnya, kakak-kakak dan adik-adik yang berada di pedalaman rimba maupun puncak gunung dan lembah Papua, untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Dukung Wacana Gaji Guru Rp5 Juta, PGRI Sebut Idealnya Capai Rp7 Juta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak
-
Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim
-
Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna
-
Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M
-
Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!
-
Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
-
Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang