-
Komunitas global mengirimkan tim penyelamat dan logistik medis pascagempa kembar dahsyat di Venezuela.
-
Amerika Serikat memimpin bantuan finansial senilai 150 juta dolar beserta armada kapal amfibi militer.
-
Berbagai negara lintas benua bersinergi mendirikan rumah sakit lapangan dan menerjunkan anjing pelacak.
Pemerintah Meksiko merinci bahwa misi pertama membawa 4,4 ton peralatan evakuasi dan 2,7 ton obat-obatan. Armada tambahan berupa pesawat C-130 Hercules disiapkan membawa delapan metrik ton obat serta empat ton material penyelamat.
Prancis turut mengirimkan unit pencarian perkotaan, tim medis, insinyur terstruktur, serta anjing pelacak. Kehadiran mereka ditargetkan untuk mendeteksi tanda kehidupan di bawah bangunan yang luluh lantak.
Paus Leo ikut meringankan beban pemulihan dengan menyalurkan paket bantuan awal senilai 100.000 euro. Dana tersebut setara dengan kisaran 113.700 dolar AS untuk penanganan darurat.
Lembaga swadaya masyarakat asal Jepang, Peace Winds, kini sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak. NGO ini fokus pada penyediaan bantuan darurat, pemulihan bencana, serta rekonstruksi wilayah krisis.
Uni Eropa menegaskan posisi mereka yang siap memobilisasi bantuan darurat kapan saja dibutuhkan. Mereka menunggu permintaan resmi dari otoritas setempat untuk mencairkan dana dan fasilitas penunjang.
Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyatakan kesiapan negaranya membantu operasi penyelamatan. Kesediaan ini menambah daftar panjang solidaritas global yang mengalir untuk Venezuela.
Negara besar seperti Cina juga menyatakan kesiapannya memberikan andil dalam pemulihan pascabencana. Sebagai mitra strategis, Beijing menegaskan komitmen bantuan sesuai dengan kapasitas optimal mereka.
Respons cepat dunia ini dilatarbelakangi oleh guncangan 2 gempa bumi kembar yang melanda Venezuela sebelumnya. Bencana tersebut merusak fasilitas umum, meruntuhkan pemukiman warga, dan melumpuhkan aktivitas kota dalam sekejap.
Baca Juga: Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini