News / Internasional
Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:41 WIB
Gempa bumi dahsyat di Venezuela menewaskan 235 orang dan melukai ribuan warga lainnya. (Antara)
Baca 10 detik
  • Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela meningkat menjadi 235 orang.

  • Lebih dari 4.300 korban luka membutuhkan penanganan medis segera termasuk tindakan operasi.

  • Kerusakan parah melumpuhkan rumah sakit, pemukiman warga, serta menutup bandara utama Venezuela.

Suara.com - Korban meninggal dunia akibat guncangan gempa bumi dahsyat di Venezuela dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka 235 jiwa.

Tim medis kini berpacu dengan waktu di tengah fasilitas kesehatan yang lumpuh untuk menyelamatkan ribuan nyawa warga yang terluka.

Menteri Kesehatan Carlos Alvarado mengonfirmasi bahwa penanganan darurat terus diintensifkan demi menjangkau korban yang tertimbun puing bangunan.

Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Berisiko Tinggi Terhadap Gempa? [@ActualidadRT]

“Hingga pukul 19.00 hari ini, kami telah memberikan bantuan kepada lebih dari 4.300 korban luka. Sebagian besar mengalami luka ringan, tetapi ada juga pasien dengan kondisi sedang hingga berat. Banyak di antaranya memerlukan tindakan operasi,” kata Alvarado dalam siaran televisi pemerintah VTV.

Banyaknya korban jiwa dipicu oleh kondisi luka parah yang diderita masyarakat sebelum berhasil dievakuasi ke pusat medis.

Menteri kesehatan itu mengatakan sekitar 235 orang dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sudah meninggal dunia atau meninggal sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan.

Kondisi memprihatinkan ini menggambarkan betapa masifnya dampak kerusakan struktural yang menimpa kawasan pemukiman penduduk.

Menurut Alvarado, situasi paling kritis masih terjadi di negara bagian La Guaira, yang mencatatkan jumlah korban tewas dan luka terbanyak.

Pemerintah pusat terpaksa memobilisasi seluruh sumber daya domestik demi mencegah bertambahnya angka kematian di wilayah tersebut.

Baca Juga: Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M

Alvarado menjelaskan bahwa segera setelah gempa terjadi, mekanisme tanggap darurat nasional langsung diaktifkan. Lebih dari 5.000 tenaga medis, termasuk lebih dari 1.200 dokter, dikerahkan untuk memberikan bantuan di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Langkah taktis ini diambil mengingat gelombang pasien kritis terus mengalir tanpa henti ke ruang instalasi gawat darurat.

Pihak berwenang juga mulai mengintegrasikan sistem perawatan penunjang demi mengatasi keterbatasan ruang rawat rumah sakit umum.

Dia menambahkan bahwa tidak hanya rumah sakit pemerintah, tetapi juga klinik swasta turut berpartisipasi dalam penanganan korban. Saat ini, lebih dari 150 pasien dirawat di fasilitas kesehatan swasta, banyak korban luka ringan telah dipulangkan.

Langkah kolaboratif ini menjadi pilar penting di saat infrastruktur vital negara mengalami kerusakan struktural yang masif.

Bencana ini bermula ketika 2 gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, disusul 30 gempa susulan.

Rentetan getaran tektonik tersebut langsung meruntuhkan gedung perkantoran, memutus jaringan logistik, serta melumpuhkan jalur penerbangan utama.

Bencana tersebut menghancurkan banyak rumah, merusak infrastruktur dan rumah sakit, serta menyebabkan bandara utama negara itu ditutup.

Kini, prioritas utama otoritas setempat adalah memulihkan aksesibilitas wilayah terisolasi guna mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan.

Load More