- Presiden Prabowo Subianto menyatakan mengetahui pihak yang membiayai aksi demonstrasi bayaran pada Rabu, 24 Juni 2026 di Gorontalo.
- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah akan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang mendanai aksi mobilisasi massa tersebut.
- Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap objektif serta mendukung program unggulan demi kemajuan pembangunan bangsa Indonesia kedepannya.
Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman mengatakan akan ada langkah lanjutan dari Presiden Prabowo Subianto, seiring informasi yang masuk kepada Kepala Negara tentang adanya demo bayaran
Sebelumnya, Prabowo mengultimatum pihak-pihak yang kerap mandanai mobilisasi massa untuk berdemonstrasi. Prabowo menegaskan sudah mengetahui perihal tersebut.
"Ya memang kan yang tahu kan Bapak Presiden, yang masalah, saya yakin Bapak Presiden juga dapat informasi-informasi akurat. Tentunya ada langkah-langkah hal yang akan dilakukan oleh Bapak Presiden. Tanggapan saya, menurut saya informasi itu bisa benar adanya," tutur Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Pemerintah akan menindaklanjuti informasi perihal pendana demo. Dudung mengatakan akan ada langkah hukum yang diambil.
"Tinggal kita memastikan langkah-langkah berikutnya secara hukum sehingga ke depannya mudah-mudahan apapun informasi, apapun kegiatan-kegiatan yang kemudian mendiskreditkan pemerintah dengan motif apapun," kata Dudung.
Dudung mengajak semua pihak untuk bersama membangun bangsa dengan berpikir secara komprehensif.
Ia meminta pihak yang kerap memandang pemerintah salah untuk melihat sisi lain.
"Tidak seakan-akan apa yang kita lakukan ini kurang baik. Seperti MBG ya, MBG itu ya dari sisi negatifnya jangan kita lihat dari hal yang kecil saja yang kurang. Tetapi banyak hal yang berdampak yang luar biasa kalau menurut saya," kata Dudung.
Dudung menegaskan program unggulan pemerintah tersebut memberikan dampak terhadap 90 persen penerima manfaat, termasuk UMKM, hingga relawan dan lainnya.
Baca Juga: Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
"Nah ini hal-hal seperti ini kan perlu juga kita pahami dan kita rasakan. Tidak serta-merta hal-hal yang pandangannya negatif dan itu yang kemudian dibesarkan," kata Dudung.
Ya berharap mari kita dengan kita sukseskan MBG ini yang berdampak tidak serta-merta kepada penerima manfaat baik anak-anak maupun ibu hamil yang kekurangan gizi. Ini akan semakin baik ke depannya," tandas Dudung.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya sudah mengetahui siapa orang di balik demo yang belakangan terjadi. Prabowo memperingatkan mereka yang melakukan aksi bayaran.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pidatonya di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo.
"Saudara-saudara sekalian hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," kata Prabowo, Rabu (24/6/2026).
Prabowo menyorot peserta aksi bayaran yang ternyata tidak mengetahui substansi terkait aspirasi yang mereka sampaikan.
Berita Terkait
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya