- Garuda Institute mendesak Badan Gizi Nasional segera mengevaluasi tata kelola distribusi Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran.
- Permasalahan distribusi dan operasional di lapangan harus diatasi agar program menjangkau wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi.
- Pemerintah perlu memastikan transparansi anggaran serta mencegah praktik korupsi demi keberhasilan investasi kualitas sumber daya manusia nasional.
"Kalau yang kita maksudkan tujuan MBG itu untuk meningkatkan status gizi anak sekaligus membuat supaya anak-anak stunting itu tidak ada lagi, ya marilah kita pusatkan perhatian pada daerah-daerah yang memang banyak anak-anak stunting," tandasnya.
Menurut Wahyudi, pemerintah perlu lebih serius mengevaluasi struktur belanja dalam Program MBG.
Ia mengingatkan agar pemerintah memastikan program tersebut bebas dari konflik kepentingan, kebocoran anggaran, maupun praktik korupsi.
Diperlukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan MBG benar-benar hadir sebagai instrumen penanganan gizi, bukan sekadar program yang bernilai politis.
"Pertanyaannya adalah apakah MBG betul-betul menyasar anak-anak yang kelaparan? Kalau tidak, berarti untuk siapa MBG ini?" tegasnya.
Lebih lanjut, Wahyudi berpandangan bahwa akar persoalan gizi anak tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi keluarga. Oleh karena itu, selain bantuan pangan, pemerintah juga perlu memperluas penciptaan lapangan kerja.
"Jadi, sediakan orang tua itu pekerjaan yang cukup supaya orang tuanya bisa menafkahi anak-anaknya dengan gizi yang cukup," tandasnya.
Ia menambahkan bahwa evaluasi tidak boleh berhenti pada aspek administrasi semata, melainkan harus menyentuh tata kelola, kualitas makanan, transparansi anggaran, hingga dampak nyata program di lapangan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak
-
Isyaratkan Kode Jempol, Purbaya dan Nanik Beri Sinyal Penataan Ulang Anggaran MBG
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Tak Hanya Asal Bangun, Kopdes Merah Putih Harus Bikin Warga Makin Mandiri
-
Empat dalam Pencarian, Nelayan di Pangandaran Ditemukan Tak Bernyawa 2 Kilometer dari Lokasi Awal
-
Jelang Sidang Tahunan, Komeng Minta Juara Satu Kepada Prabowo
-
Muzani Kutip Raja Ali Haji di Sidang MPR: Demokrasi Tak Makin Kuat karena Kita Keras Mencela
-
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866
-
Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung
-
Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?
-
HyperOS 4 Resmi Meluncur! Desain Kaca Mewah dan AI-nya Bisa Tebak Pikiran Pengguna?
-
Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat