- Kejaksaan Agung menolak permohonan status Justice Collaborator tersangka korupsi program Makan Bergizi Gratis, Sony Sonjaya, pada Juni 2026.
- Penyidik menetapkan Sony sebagai pelaku utama karena dinilai bertanggung jawab atas praktik jual beli titik lokasi SPBG.
- Kuasa hukum kini mengupayakan permohonan status Justice Collaborator kepada LPSK demi mengungkap keterlibatan sejumlah nama besar dalam kasus tersebut.
Suara.com - Kuasa hukum tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya, menyebut kliennya gagal memperoleh status Justice Collaborator (JC) karena dinilai belum memenuhi persyaratan.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyayangkan penolakan tersebut. Sebab, ia mengaku kliennya mengetahui banyak nama penting yang diduga terlibat dalam kasus ini.
“Artinya ketika seorang Sony Sonjaya mau menyuarakan kebenaran siapa-siapa saja orang yang terlibat di dalam penjualan titik SPBG di seluruh Indonesia,” katanya, Jumat (26/6/2026).
“Ya kan ini yang kita tahu kan timbullah orang-orang yang diatensi yang memberikan titik-titik dan satu lagi Pak Sony memberikan titik-titik itu kepada 26 nama lalu mengembang menjadi 41 nama,” imbuhnya.
Dengan ditolaknya permohonan Sony sebagai JC, Krisna menilai upaya untuk mengungkap fakta secara terang benderang menjadi terhambat.
“Ya artinya bahwa kandaslah ya kan untuk menyuarakan itu dengan ditolaknya JC,” ucapnya.
Meski Kejaksaan Agung telah menolak permohonan tersebut, Krisna masih berharap kliennya dapat memperoleh status JC dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Sejauh ini, kata dia, permohonan JC atas nama Sony Sonjaya juga telah diajukan kepada LPSK.
“Kita terus berupaya untuk seorang Sony Sonjaya mendapatkan JC dari LPSK sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Saksi dan Korban yang kita sudah ajukan. Lalu dalam waktu dekat katanya LPSK akan datang ke tempat Pak Sony,” ucapnya.
Baca Juga: Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
Menurut Krisna, perlindungan yang dimohonkan bukan hanya untuk Sony, tetapi juga keluarganya.
“Tentunya bukan Pak Sony saja termasuk keluarganya dan anak-anaknya kemarin keluarganya sudah diwawancara oleh LPSK karena menyangkut ini nama yang akan dibuka oleh Pak Sony kan nama-nama orang besar,” tandasnya.
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
Sebelumnya, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menolak permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan terdapat sejumlah faktor yang membuat penyidik menolak permohonan JC tersebut.
“Kami belum bisa memenuhi permohonan justice collaborator atau menolak permohonan justice collaborator dari tersangka SS,” kata Sulaeman di Gedung Bundar, Selasa (23/6/2026).
Berita Terkait
-
Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
APKLI Perjuangan: Program MBG dan KDKMP Harus Jalan Terus, Koruptor Wajib Ditindak Tanpa Ampun
-
Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak