News / Internasional
Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait, Minggu (28/6/2026).
  • Serangan tersebut memicu ketegangan baru setelah kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.
  • Bahrain dan Kuwait mengecam serangan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB segera melakukan sidang darurat terkait konflik itu.

“Ada saatnya kami tidak bisa lagi bersikap rasional. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi,” tulis Trump di media sosial.

Iran membantah tuduhan tersebut dan menyebut justru serangan AS serta Israel yang memperburuk situasi.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa setiap pengaturan di Selat Hormuz harus menghormati kedaulatan negaranya.

Di sisi lain, Bahrain dan Kuwait mengecam keras serangan Iran yang dinilai melanggar hukum internasional.

Kedua negara mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang darurat guna merespons eskalasi konflik.

Sementara itu, situasi semakin kompleks setelah Israel juga melancarkan serangan drone ke Lebanon selatan.

Militer Israel mengklaim menargetkan militan Hizbullah yang mengancam pasukannya di wilayah tersebut.

Load More