- George dan Alex Soros menyumbangkan dana US$102,8 juta melalui Democracy PAC untuk mendukung kandidat Pemilu Sela 2026 Amerika Serikat.
- Dana tersebut dialokasikan untuk memenangkan sejumlah kandidat Partai Demokrat serta mendukung agenda politik progresif di tingkat nasional.
- Penyaluran dana besar ini menuai kritik dari kubu konservatif terkait transparansi dan pengaruhnya terhadap arah kebijakan politik Amerika.
Suara.com - Miliarder George Soros bersama putranya, Alex Soros, dilaporkan telah menggelontorkan dana hingga US$102,8 juta atau sekitar Rp1,6 triliun untuk Pemilu Sela 2026 di Amerika Serikat.
Data Komisi Pemilihan Federal AS menunjukkan sebagian besar dana tersebut disalurkan melalui Democracy PAC, super PAC yang menjadi kendaraan politik utama keluarga Soros.
Dikutip dari laporan NY Post, dana ini digunakan untuk mendukung berbagai kandidat dan agenda politik menjelang pemilu November mendatang.
Lebih dari setengah dana berasal langsung dari George Soros melalui perusahaan pribadinya, sementara sisanya disalurkan melalui organisasi nirlaba yang dikendalikan Alex Soros.
Pengamat politik menyebut ini sebagai fase baru, terutama setelah kendali politik keluarga secara efektif beralih ke Alex Soros sejak 2023.
“Ini adalah siklus pemilu pertama di mana Alex benar-benar memegang kendali penuh,” ujar peneliti Capital Research Center, Parker Thayer.
Sejumlah kandidat dari Partai Demokrat diketahui menerima dukungan dana maksimal dari keluarga ini, termasuk nama-nama yang disebut berpotensi maju dalam pemilihan presiden 2028.
Di antaranya Senator Raphael Warnock dan Jon Ossoff, serta beberapa anggota Kongres progresif.
Namun, derasnya aliran dana ini menuai kritik keras dari kubu konservatif.
Baca Juga: Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Mereka menilai pengaruh finansial Soros terlalu besar dan berpotensi mengubah arah kebijakan politik Amerika Serikat.
“Uang berbicara, dan uang Soros berbicara paling keras,” kata Douglas Kellogg dari Americans for Tax Reform.
Sementara itu, Partai Republik juga menyoroti penggunaan dana melalui jaringan organisasi yang dinilai kurang transparan.
Mereka menyebut mekanisme ini menyulitkan publik untuk melacak secara jelas arah dukungan politik yang diberikan.
Di sisi lain, jaringan organisasi Soros menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memperkuat demokrasi dan mendukung berbagai inisiatif sosial.
Mereka membantah tudingan bahwa aktivitasnya bertujuan mengganggu stabilitas politik.
George Soros sendiri dikenal sebagai salah satu donor politik terbesar dalam sejarah AS.
Dalam pemilu sebelumnya, Soros tercatat sebagai penyumbang individu terbesar dengan total mencapai US$128 juta.
Dengan lebih dari empat bulan tersisa menuju pemilu, total kontribusi keluarga Soros diperkirakan masih akan terus bertambah.
Berita Terkait
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?
-
Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa