- Masyarakat Sipiongot menggelar tradisi adat bagi Gubernur Bobby Nasution sebagai wujud syukur atas selesainya pembangunan jalan di wilayahnya.
- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran Rp283 miliar untuk memperbaiki 13 ruas jalan guna mengatasi isolasi wilayah Sipiongot.
- Pembangunan jalan tersebut memudahkan akses mobilitas warga serta meningkatkan efisiensi ekonomi setelah delapan dekade menempuh jalur berlumpur.
Suara.com - Bagi warga Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, kehadiran aspal mulus bukan sekadar proyek fisik pemerintah, melainkan akhir dari penderitaan panjang selama puluhan tahun.
Sebagai wujud syukur dan rasa terima kasih yang mendalam, masyarakat Sipiongot menggelar tradisi adat 'Upah-upah' bagi Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.
Prosesi adat yang penuh khidmat ini berlangsung di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumut, Ihwan Ritonga, di Kompleks Menteng Indah, Medan, Minggu (28/6/2026), bersamaan dengan acara pengajian Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS).
Sipiongot selama delapan dekade identik dengan wilayah yang sulit dijangkau. Selama 81 tahun terakhir, masyarakat setempat harus berjuang menembus jalur berlumpur untuk mengangkut hasil panen atau mengakses layanan kesehatan.
Tak jarang, warga harus berjalan kaki berjam-jam demi mencapai pusat keramaian.
Wakil Ketua DPRD Sumut, Ihwan Ritonga, yang merupakan putra daerah setempat, mengungkapkan bahwa pembangunan jalan kali ini merupakan lonjakan besar dalam sejarah Sipiongot.
"Selama 12 tahun saya di DPRD, saya terus mengawal persoalan ini. Dulu pembangunan dilakukan secara mencicil, hanya dua hingga lima kilometer saja sehingga tidak pernah tuntas. Baru di era sekarang, jalan yang menghubungkan daerah terisolir ini ditangani secara serius dan menyeluruh," tegas Ihwan Ritonga.
Menurut Ihwan, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sekitar Rp283 miliar untuk pembangunan dan perbaikan 13 ruas jalan di kawasan Sipiongot dan sekitarnya.
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Akses yang selama ini sulit perlahan terbuka, mobilitas warga menjadi lebih mudah, dan harapan terhadap kebangkitan ekonomi semakin besar.
Baca Juga: Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
"Dulu daerah ini sering disebut tertinggal. Sekarang masyarakat merasa diperhatikan dan memiliki harapan baru untuk masa depan," ujarnya.
Kisah yang disampaikan masyarakat dalam dialog berlangsung emosional, Kepala Desa Janji Manahan, Ali Mutarman Dalimunthe, mengaku masih mengingat bagaimana sulitnya kehidupan warga ketika dirinya masih kecil.
"Saya lahir tahun 1980. Saat kelas enam SD kalau ke Pasar Sipiongot harus berjalan kaki sambil memikul hasil panen. Jalannya berlumpur dan sangat berat dilalui," katanya.
Sementara Kepala Desa Siburbur, Sahbuddin Ritonga, menceritakan warga selama ini harus menghabiskan waktu hingga tiga jam hanya untuk menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju pasar tradisional.
Kondisi tersebut membuat biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi tinggi. Akibatnya harga jual sawit di daerah itu jauh lebih rendah dibanding wilayah lain.
Kini masyarakat berharap pembangunan jalan dapat terus dilanjutkan sehingga aktivitas ekonomi semakin berkembang dan kesejahteraan warga meningkat.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
-
Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman Listrik
-
Perangi Narkoba, Bobby Nasution Kerahkan Satpol PP, Polisi hingga TNI Patroli Gabungan di Asahan
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh