-
Dialog teknis kesepakatan Amerika Serikat dan Iran dipastikan tetap berjalan pasca-aksi saling serang.
-
Kedua negara terikat tenggat waktu 60 hari untuk membahas pemulihan jalur dagang Selat Hormuz.
-
Iran menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon sebagai syarat mutlak perjanjian final.
Suara.com - Dialog teknis mengenai nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih berada di jalur yang aman.
Kepastian tersebut meredakan kekhawatiran global mengenai potensi kegagalan diplomasi menyusul aksi saling serang di wilayah Teluk.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk tidak menarik diri dari meja perundingan demi stabilitas kawasan geopolitik.
Seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat memberikan konfirmasi resmi mengenai kelanjutan komunikasi intensif ini.
"Tidak ada yang dibatalkan. Pembicaraan teknis mengenai pelaksanaan MoU berjalan sesuai rencana untuk beberapa hari mendatang, dan saluran dekonflikasi telah beroperasi setelah KTT Danau Lucerne," ungkapnya seperti dilansir dari CNN Internasional, Senin (29/6/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada rangkaian dialog penting di Swiss yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance.
Eskalasi serangan akhir pekan kemarin menjadi ujian paling krusial bagi kesepakatan damai yang masih sangat rapuh.
Presiden Donald Trump melontarkan ancaman penindakan militer yang lebih masif apabila serangan udara Teheran tidak segera dihentikan.
Di sisi lain, Iran memberikan peringatan keras bahwa segala bentuk pelanggaran terhadap poin gencatan senjata akan berakibat fatal.
Baca Juga: Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
Pihak Teheran menyatakan bahwa tindakan agresif tersebut dipastikan bakal menghentikan seluruh proses diplomatik secara total.
Nota kesepahaman awal yang disepakati bulan ini sebenarnya membuka peluang besar bagi pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut juga memuat pelonggaran sejumlah sanksi finansial berat serta resolusi atas program pengembangan nuklir Iran.
Penandatanganan dokumen itu sekaligus memulai tenggat waktu selama 60 hari untuk merumuskan seluruh poin perjanjian final.
Laporan intelijen Washington menyebutkan gelombang serangan pesawat tanpa awak dan rudal Iran tidak mengenai target sasaran.
Teheran berdalih gempuran tersebut merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap pangkalan militer mereka di Teluk.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang
-
Sidang Tahunan MPR 2026: Jadwal Dipadatkan Demi Salat Jumat, Prabowo Pidato Pukul 09.34 WIB
-
Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam
-
Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
-
Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini
-
Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister