News / Metropolitan
Senin, 29 Juni 2026 | 17:48 WIB
Ketua Komisi D DPRD DKI, Yuke Yurike. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Seorang anak bernama Izra terperosok ke lubang proyek sedalam empat meter di Manggarai pada Sabtu malam, 27 Juni 2026.
  • Petugas gabungan mengevakuasi korban pada Minggu dini hari, namun ia dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.
  • DPRD DKI Jakarta mendesak kontraktor seluruh proyek di Jakarta untuk meningkatkan standar keamanan dan pengawasan area galian konstruksi.

Suara.com - Seorang anak berusia empat tahun bernama Izra (Ocha) terperosok ke dalam lubang proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026) malam sekitar pukul 23.40 WIB.

Korban tengah bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek ketika terjatuh ke dalam lubang berkedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan diameter hanya 30x30 sentimeter.

Rekan korban segera meminta pertolongan kepada petugas Poskotis Manggarai, yang kemudian menghubungi Polsek Tebet untuk mendatangi lokasi kejadian.

Upaya evakuasi manual dilakukan pertama kali dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang guna menarik korban, namun gagal karena lubang yang terlalu sempit dan kondisi korban yang mengalami trauma.

Polsek Tebet yang dipimpin Kapolsek AKP Ischak, S.H. kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, Puskesmas Tebet, dan RSUD Tebet, sekaligus meminjam dua unit ekskavator dari lokasi terdekat.

Sebelum penggalian dimulai, dilakukan konsolidasi untuk membuat jalur aman di samping lubang guna mencegah longsor.

Sementara police line dipasang untuk mengamankan TKP dari kerumunan warga yang menonton dan sempat menghambat proses evakuasi.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Minggu (28/6/2026) pukul 03.55 WIB, dan langsung dibawa ke RSCM untuk penanganan medis lebih lanjut.

Sayang, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.

Baca Juga: Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk

Ketua Komisi D DPRD DKI, Yuke Yurike pun ikut menyoroti masalah tersebut, dengan meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi di Jakarta untuk memperketat pengamanan lokasi galian.

"Kemarin itu harusnya kan juga ada antisipasi pengamanannya. Barrier-kah, terus juga lebih kelihatan, lebih eye-catchy gitu," ujar Yuke di DPRD DKI Jakarta, Senin (29/6/2026).

Hal itu penting menurut Yuke, guna menghindari terulangnya kejadian serupa, khususnya di malam hari seperti peristiwa yang menimpa Izra.

"Kalau perlu dikasih lampu juga, nggak cuma tulisan dikasih gambar gitu. Jadi yang bisa mengantisipasi tidak terjadi hal-hal seperti kemarin," kata dia.

Ditambah lagi, berbagai wilayah Jakarta memang sedang marak proyek galian. Mau itu proyek pemerintah atau bukan, mereka yang bertanggung jawab atas pengerjaannya harus meningkatkan standar keamanan.

"Memang saat ini kan banyak sekali pembangunan-pembangunan, banyak proyek. Mau non-Pemprov atau apa, pokoknya mohon dengan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jadi, untuk pengawasan dan antisipasi, tanda, rambu-rambu atau apa, yang memang untuk pengamanannya itu harus lebih ditingkatkan lagi," pungkas Yuke. 

Load More