- Yunita Fauziah Putri merintis usaha fesyen sejak tahun 2016 yang kini berkembang menjadi jenama Dear June Official.
- Strategi pemasaran daring dan inovasi produk masker saat pandemi membantu bisnis menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.
- Operasional bisnis kini mempekerjakan belasan penjahit lokal dan memberikan peluang kerja fleksibel bagi warga di sekitar produksi.
Diakui Yunita, Singapura menjadi pasar luar negeri yang paling responsif terhadap produknya.
"Kita itu kemarin paling banyak itu marketnya ternyata ada di Singapura," katanya.
Tumbuh Bersama Lingkungan
Perkembangan usaha tak hanya dirasakan oleh Yunita dan keluarganya tapi juga membawa dampak bagi lingkungan sekitar.
Jika dulu hanya bekerja sama dengan satu penjahit rumahan, kini Dear June Official memiliki lima penjahit di rumah produksi serta sekitar lima penjahit rumahan yang mengerjakan pesanan dari rumah masing-masing.
Produksi mereka sudah mampu mencapai ratusan potong pakaian setiap hari, bergantung pada model yang dikerjakan.
"Kalau resi (yang dikirim) sekarang puluhan sampai ratusan sehari," ujar dia.
Lebih dari itu, perusahaan Yunita turut membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Termasuk ibu rumah tangga yang membutuhkan pekerjaan dengan waktu fleksibel.
Salah satunya adalah Efi Nia Astuti (38), yang bergabung beberapa bulan terakhir di bagian finishing.
Baca Juga: Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal
"Sebelumnya saya ibu rumah tangga, kerja di sini lumayan buat tambah jajan anak-anak," kata Nia.
Nia mengatakan sistem kerja yang fleksibel membuatnya tetap bisa mengurus keluarga. Ia datang bekerja setelah mengantar atau menjemput anak sekolah.
Sementara ketika pesanan sedang membludak ia tak keberatan lembur hingga malam untuk membantu menyelesaikan produksi. Apalagi, Nia tinggal di desa yang sama dengan rumah produksi.
Tak jauh berbeda, Johan Siti Nur Aini yang bertugas sebagai penjahit turut merasakan manfaat bekerja di Dear June Official.
Ia terhitung sudah sekitar setahun terakhir bekerja bersama Yunita. Sebelumnya, Siti memiliki usaha modiste rumahan yang terdampak pandemi sehingga pesanan menurun.
"Saya di sini bekerja udah dari April 2025. Alhamdulillah, (penghasilan) lumayan, dan sangat-sangat lumayan," ungkap Siti.
Ke depan, Yunita berharap pertumbuhan bisnisnya tidak hanya tercermin dari peningkatan penjualan. Namun semakin banyak warga sekitar yang dapat diberdayakan dalam proses produksi.
Baginya, perkembangan usaha akan lebih bermakna jika turut membuka kesempatan kerja dan menggerakkan ekonomi di lingkungan tempat usahanya tumbuh.
"Kita pengennya ke depannya bertumbuh semakin tinggi lagi. Kita juga berharapnya bisa support dari tetangga-tetangga sekitar yang kita berdayakan juga untuk ikut produksi kita," pungkas Yunita.
Berita Terkait
-
Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal
-
Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari
-
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Taktik Agresif Bocah Sleman Sukses Pecundangi Rider Eropa di Moto3 Junior, Penuh Drama Berdebar
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen
-
Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi