- Sebuah pesawat menabrak gedung Citic Tower di Beijing, menyebabkan satu orang tewas dan tiga belas lainnya mengalami luka-luka.
- Pemerintah China memperketat sensor informasi dan menghentikan seluruh operasional penerbangan non-komersial secara nasional pasca terjadinya insiden tersebut.
- Investigasi awal mengaitkan pesawat dengan sekolah penerbangan Eastern Pioneer yang kini telah menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya secara total.
Suara.com - Sebuah pesawat dilaporkan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, Citic Tower.
Namun hingga tiga hari setelah kejadian, otoritas setempat masih membatasi informasi secara ketat dan belum mengungkap detail lengkap insiden tersebut.
Peristiwa yang terjadi di distrik keuangan Guomao itu menewaskan satu orang dan melukai 13 lainnya. Lokasi gedung yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari Zhongnanhai.
Pemerintah baru mengeluarkan pernyataan singkat hampir 24 jam setelah kejadian. Dalam keterangan tersebut, tidak disebutkan identitas pilot, rute penerbangan, maupun nama gedung yang ditabrak, memicu spekulasi luas di publik.
Sensor ketat juga diberlakukan di dunia maya.
Foto dan video kejadian dengan cepat dihapus dari platform media sosial China, memperkuat kesan adanya upaya menutup informasi.
Meski demikian, sejumlah laporan mulai terungkap dari media internasional.
Investigasi mengaitkan pesawat dengan sekolah penerbangan Eastern Pioneer di Beijing, yang langsung menghentikan seluruh operasionalnya pasca-insiden.
Pertanyaan terbesar masih menyelimuti identitas pilot dan motif penerbangan.
Baca Juga: Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
Dugaan keterkaitan dengan seorang eksekutif perusahaan milik negara CITIC turut beredar di luar China, namun belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas setempat.
Sejumlah pakar keamanan menyoroti bagaimana pesawat sipil bisa menembus sistem pertahanan udara Beijing.
Sebagai respons, pemerintah China dilaporkan menghentikan seluruh penerbangan non-komersial secara nasional.
Sekolah penerbangan, klub olahraga udara, hingga operator drone dipaksa menghentikan aktivitas tanpa batas waktu yang jelas.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan lalu lintas udara non-komersial di wilayah utara China nyaris lumpuh total.
Bahkan pelatihan drone di beberapa wilayah harus dibatasi hanya di dalam ruangan.
Berita Terkait
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
-
Harga Jual Kembali Mobil China Masih Kalah Jauh dari Merek Jepang
-
Drama China Derailment: Penuh Plot Twist Mind Blowing atau Cuma Menjual Visual?
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis