News / Internasional
Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB
Sebuah pesawat dilaporkan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, Citic Tower. [tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Sebuah pesawat menabrak gedung Citic Tower di Beijing, menyebabkan satu orang tewas dan tiga belas lainnya mengalami luka-luka.
  • Pemerintah China memperketat sensor informasi dan menghentikan seluruh operasional penerbangan non-komersial secara nasional pasca terjadinya insiden tersebut.
  • Investigasi awal mengaitkan pesawat dengan sekolah penerbangan Eastern Pioneer yang kini telah menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya secara total.

Suara.com - Sebuah pesawat dilaporkan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, Citic Tower.

Namun hingga tiga hari setelah kejadian, otoritas setempat masih membatasi informasi secara ketat dan belum mengungkap detail lengkap insiden tersebut.

Peristiwa yang terjadi di distrik keuangan Guomao itu menewaskan satu orang dan melukai 13 lainnya. Lokasi gedung yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari Zhongnanhai.

Pemerintah baru mengeluarkan pernyataan singkat hampir 24 jam setelah kejadian. Dalam keterangan tersebut, tidak disebutkan identitas pilot, rute penerbangan, maupun nama gedung yang ditabrak, memicu spekulasi luas di publik.

Sensor ketat juga diberlakukan di dunia maya.

Sebuah pesawat dilaporkan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, Citic Tower. [infobae]

Foto dan video kejadian dengan cepat dihapus dari platform media sosial China, memperkuat kesan adanya upaya menutup informasi.

Meski demikian, sejumlah laporan mulai terungkap dari media internasional.

Investigasi mengaitkan pesawat dengan sekolah penerbangan Eastern Pioneer di Beijing, yang langsung menghentikan seluruh operasionalnya pasca-insiden.

Pertanyaan terbesar masih menyelimuti identitas pilot dan motif penerbangan.

Baca Juga: Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Dugaan keterkaitan dengan seorang eksekutif perusahaan milik negara CITIC turut beredar di luar China, namun belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas setempat.

Sejumlah pakar keamanan menyoroti bagaimana pesawat sipil bisa menembus sistem pertahanan udara Beijing.

Sebagai respons, pemerintah China dilaporkan menghentikan seluruh penerbangan non-komersial secara nasional.

Sekolah penerbangan, klub olahraga udara, hingga operator drone dipaksa menghentikan aktivitas tanpa batas waktu yang jelas.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan lalu lintas udara non-komersial di wilayah utara China nyaris lumpuh total.

Bahkan pelatihan drone di beberapa wilayah harus dibatasi hanya di dalam ruangan.

Load More