-
Korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Venezuela telah resmi mencapai 1.719 orang.
-
Perserikatan Bangsa-Bangsa memprediksi total angka kematian berpotensi melonjak hingga mencapai 10.000 jiwa.
-
Lebih dari 46.000 orang dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Suara.com - Krisis kemanusiaan di Venezuela semakin memburuk setelah jumlah korban tewas akibat 2 gempa bumi beruntun kini melonjak drastis melewati angka 1.700 jiwa. Otoritas setempat terus berpacu dengan waktu di tengah kekhawatiran angka kematian yang diprediksi akan terus berlipat ganda.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan langsung perkembangan mutakhir ini melalui saluran televisi pemerintah.
"Jumlah korban tewas dalam 2 gempa bumi di Venezuela telah meningkat menjadi 1.719 orang," ujarnya, dikutip dari Skynews, Selasa (30/6/2026).
Dalam pidato resminya, Jorge Rodriguez juga memaparkan skala kerusakan dan cedera massal yang menimpa warga sipil.
"Sebanyak 5.034 orang lainnya terluka dalam bencana tersebut, yang terjadi sesaat setelah jam 6 sore waktu setempat pada Rabu lalu," kata Rodriguez.
Dampak kehancuran infrastruktur juga memaksa gelombang pengungsian besar-besaran di berbagai wilayah terdampak.
"Sebanyak 15.866 orang terpaksa kehilangan tempat tinggal setelah gempa tersebut," tambah Rodriguez.
Kondisi di lapangan diperkirakan jauh lebih mengerikan daripada data formal yang berhasil dihimpun saat ini. PBB bahkan memproyeksikan skenario terburuk mengenai jumlah korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.
Sebelum pernyataan resmi pemerintah keluar, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengonfirmasi kesiapsiagaan logistik darurat mereka. Perwakilan tersebut menyatakan bahwa organisasi tersebut sedang bersiap menghadapi kemungkinan hingga 10.000 kematian, dengan jenazah banyak korban diyakini masih terjebak di bawah puing-puing.
Baca Juga: Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
Upaya pencarian saat ini sangat bergantung pada aktivasi platform digital independen yang melacak keberadaan warga. Sebuah situs penjejak melaporkan situasi terkini mengenai puluhan ribu warga yang sama sekali belum memberikan kabar.
Situs web tersebut menyatakan bahwa "masih belum ada kontak" dari 46.576 orang yang dilaporkan hilang. Angka ini menunjukkan sedikit perbaikan dari data sebelumnya yang sempat menyentuh 46.628 orang pada pagi hari.
Di sisi lain, jumlah warga yang berhasil ditemukan dan dikonfirmasi selamat terus mengalami peningkatan visual. Angka warga yang teridentifikasi posisinya merangkak naik dari yang semula 15.097 orang menjadi 15.276 orang.
Sistem digital ini sengaja dirancang agar publik dapat saling berbagi informasi valid mengenai titik terakhir anggota keluarga mereka. Inisiatif daring tersebut dibuat dengan harapan dapat membantu mempermudah upaya pencarian dan penyelamatan di seluruh penjuru negeri.
Gempa kembar berdaya rusak tinggi mengguncang wilayah Venezuela pada Rabu pekan lalu tepat saat aktivitas warga mulai beralih malam. Kejutan seismik yang terjadi selepas pukul 18.00 waktu setempat ini meruntuhkan ribuan struktur bangunan dalam sekejap.
Hingga saat ini, operasi penyelamatan massal yang melibatkan tim domestik dan internasional masih terus dioptimalkan. Fokus utama petugas berpusat pada evakuasi puing-puing perkotaan di mana ribuan korban diduga kuat masih tertimbun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?