- KSP Dudung Abdurachman melayat ke rumah duka peserta pelatihan SPPI, Muhammad Rifki Renaldi, di Sumedang pada Selasa (30/6/2026).
- Pemerintah memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian negara kepada keluarga almarhum yang meninggal saat mengikuti program pelatihan tersebut.
- Pemerintah mengevaluasi program SPPI dengan meniadakan aktivitas fisik serta memperpendek durasi pelatihan untuk fokus pada kemampuan manajerial.
Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mendatangi rumah duka keluarga Muhammad Rifki Renaldi, peserta pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Dudung menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Menurutnya, Rifki merupakan salah satu peserta yang tengah dipersiapkan untuk mengemban tugas membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program SPPI.
"Saya atas nama negara tentunya hadir untuk memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Dudung saat berdialog dengan keluarga almarhum, termasuk ayahnya, Asep.
Sebagai bentuk kepedulian, Dudung bersama jajaran pemerintah dan TNI juga menyerahkan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf Dadi Sutandi, Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Usai bertakziah, Dudung beserta rombongan melanjutkan ziarah ke makam almarhum untuk memanjatkan doa dan memberikan penghormatan terakhir.
Di sela kunjungan tersebut, Dudung memastikan pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan SPPI, khususnya materi yang berkaitan dengan aktivitas fisik.
"Ini sudah mulai dievaluasi, sudah berlangsung, sehingga kegiatan-kegiatan fisik ini sudah ditiadakan, dikurangi semaksimal mungkin, dan dititikberatkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian karena kan ini calon-calon manajer nanti ya. Itu yang dititikberatkan," ungkap Dudung.
Menurutnya, pembekalan peserta ke depan akan lebih difokuskan pada kemampuan manajerial dan pengelolaan koperasi sesuai tugas yang akan diemban, dibandingkan latihan fisik yang bersifat militeristik.
Baca Juga: Bukan Musibah Biasa, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen Usut Kematian 5 Peserta Latsarmil
Selain materi pelatihan, pemerintah juga memangkas durasi pendidikan sebagai bagian dari hasil evaluasi program.
"Saya mendapat informasi (waktunya) diperpendek, sehingga dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi sebulan setengah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul