News / Nasional
Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melepas keberangkatan Kontingen Provinsi Sumut pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Kota Medan, baru-baru ini. [Suara/HO/Dok/DISKOMINFO SUMUT)
Baca 10 detik
  • Gubernur Bobby Nasution menjamin kepulangan kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari ke Medan menggunakan penerbangan tambahan pada Rabu, 1 Juli 2026.
  • Permasalahan tiket terjadi akibat kelalaian administrasi Biro Kesra Sumut serta kenaikan harga tiket pesawat yang melampaui anggaran tersedia.
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menanggung seluruh biaya tiket tambahan dan berkomitmen melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Suara.com - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bergerak cepat memberikan solusi bagi kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut yang sempat tertahan di Manokwari, Papua Barat.

Bobby menjamin seluruh anggota kontingen akan dipulangkan ke Medan menggunakan penerbangan tambahan (extra flight) pada Rabu (1/7/2026) pagi.

Kepastian ini sekaligus menjawab keresahan publik setelah unggahan mengenai nasib kontingen tersebut viral di media sosial akibat kendala tiket penerbangan untuk kembali ke daerah asal.

Bobby Nasution menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah melakukan koordinasi intensif dengan maskapai untuk menyediakan transportasi khusus bagi rombongan tersebut.

"Jadi solusinya, besok pagi mereka akan pulang. Kita siapkan penerbangan extra flight dari maskapai Lion Group, sehingga mereka bisa langsung terbang dari Papua ke Medan," ujar Bobby Nasution kepada media di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (30/6/2026).

Bobby mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh lemahnya pengelolaan administrasi di internal pemerintahan daerah, khususnya pada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumut.

Ia membeberkan bahwa peringatan untuk mempersiapkan tiket kepulangan sudah disampaikan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, namun tidak dilaksanakan secara maksimal oleh dinas terkait.

"Itu memang kesalahan dari Kesra. Sebelum mereka berangkat sebenarnya saya sudah mengingatkan saat audiensi agar tiket pulang dipersiapkan sejak awal," tegasnya.

Selain masalah administratif, kenaikan harga tiket pesawat secara mendadak menjadi faktor teknis yang membuat pagu anggaran awal tidak lagi mencukupi. Dinamika harga transportasi udara di wilayah timur Indonesia memang sering kali mengalami fluktuasi tajam.

Baca Juga: Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru

"Kita tahu anggaran yang mereka siapkan awalnya cukup, tetapi terjadi kenaikan harga tiket pesawat sehingga anggarannya tidak mencukupi. Pemprov Sumut akan menalangi kebutuhan tiket kepulangan mereka sehingga seluruh kontingen bisa pulang dengan aman dan nyaman," tambahnya.

Langkah cepat menalangi kekurangan anggaran ini merupakan bentuk tanggung jawab penuh Gubernur terhadap delegasi yang membawa nama baik Provinsi Sumatera Utara di kancah nasional.

Seluruh anggota kontingen dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada Rabu esok hari. Pemprov Sumut berkomitmen untuk melakukan evaluasi total di lingkungan Biro Kesra agar kejadian serupa yang mencederai pelayanan terhadap delegasi daerah tidak terulang kembali di masa depan.

Load More