News / Nasional
Selasa, 30 Juni 2026 | 17:13 WIB
Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka babak baru pengembangan ekonomi maritim dengan melepas ekspor perdana hasil perikanan langsung melalui Pelabuhan Perikanan Poumako (PPI Poumako), Kabupaten Mimika, Selasa (30/6/2026) [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Papua Tengah melepas ekspor perdana hasil perikanan melalui Pelabuhan Perikanan Poumako, Mimika, pada Selasa, 30 Juni 2026.
  • Kegiatan ini merupakan kolaborasi berbagai instansi untuk membangun rantai pasok terintegrasi serta meningkatkan nilai tambah ekonomi perikanan lokal.
  • Pemerintah berupaya memajukan ekonomi biru melalui pengembangan infrastruktur, hilirisasi produk, dan pemberdayaan nelayan Orang Asli Papua secara berkelanjutan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka babak baru pengembangan ekonomi maritim dengan melepas ekspor perdana hasil perikanan langsung melalui Pelabuhan Perikanan Poumako (PPI Poumako), Kabupaten Mimika, Selasa (30/6/2026).

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun rantai pasok perikanan yang terintegrasi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas laut agar manfaat ekonominya tetap dinikmati masyarakat di daerah.

Ekspor perdana tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI-Polri, serta pelaku usaha perikanan.

Sebanyak tiga kontainer berisi hasil tangkapan nelayan dari Kampung Akar, Kampung Kipia, dan Kampung Perongo diberangkatkan menuju pasar internasional melalui Pelabuhan Perikanan Poumako.

Pelepasan ekspor dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Ketua DPRD Mimika, jajaran Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Mimika, serta sejumlah instansi pendukung ekspor, di antaranya Bea Cukai, Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka babak baru pengembangan ekonomi maritim dengan melepas ekspor perdana hasil perikanan langsung melalui Pelabuhan Perikanan Poumako (PPI Poumako), Kabupaten Mimika, Selasa (30/6/2026) [Istimewa]

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan ekspor perdana ini bukan sekadar pengiriman komoditas, melainkan titik awal transformasi ekonomi maritim Papua Tengah.

Selama ini, kata dia, hasil tangkapan nelayan lebih banyak dikirim ke Tual, Ambon, maupun Sorong sehingga sebagian besar nilai tambah ekonomi dinikmati daerah lain. Kini, pemerintah berupaya membangun sistem hilirisasi agar proses ekspor dapat dilakukan langsung dari Papua Tengah.

"Hari ini kita mengirim sinyal bahwa Papua Tengah sudah serius membangun sektor perikanan. Semua infrastruktur dan sistem akan kita siapkan agar nilai ekonomi hasil laut tetap berada di daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Meki Nawipa.

Menurutnya, ekspor perdana ini menjadi langkah awal mewujudkan Papua Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi biru (blue economy) nasional.

Baca Juga: Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional

Selain memperkuat akses pasar ekspor, pemerintah juga akan membenahi tata niaga hasil tangkapan agar nelayan tidak lagi menghadapi waktu tunggu yang panjang dalam proses pemasaran. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan investor dan pelaku usaha guna meningkatkan daya saing industri perikanan Papua Tengah.

Pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) menjadi salah satu strategi utama dalam pengembangan sektor tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas nelayan, Gubernur menyerahkan bantuan 10 unit kapal penangkap ikan lengkap dengan mesin kepada nelayan berprestasi.

Menurut Meki, investasi pada sumber daya manusia sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

"Membina nelayan OAP memang membutuhkan proses, tetapi ketika mereka berhasil menjadi pelaku usaha yang mandiri, dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan memperkuat sertifikasi mutu produk perikanan, memperluas akses pasar nasional maupun internasional, serta memastikan masyarakat adat menjadi bagian utama dalam rantai industri perikanan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan sektor kelautan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur strategis, antara lain pembangunan pelabuhan perikanan modern di Nabire, pembangunan fasilitas cold storage untuk menjaga kualitas produk, serta penataan kawasan PPI Waharia di Mimika seluas 62 hektare yang dilengkapi dermaga sepanjang 120 meter.

Melalui penguatan infrastruktur, hilirisasi, dan perluasan akses ekspor, Papua Tengah optimistis sektor perikanan dapat berkembang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk kelautan Indonesia di pasar global.

Load More