News / Nasional
Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa. [Pemprov Papua Tengah]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi memulai ekspor langsung hasil perikanan dari Pelabuhan Perikanan Poumako, Mimika, pada Selasa, 30 Juni 2026.
  • Ekspor perdana tiga kontainer hasil tangkapan nelayan lokal ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi daerah melalui pasar internasional secara langsung.
  • Pemerintah daerah berkomitmen mendukung sektor perikanan melalui penyediaan bantuan kapal tangkap serta pengembangan infrastruktur pelabuhan dan sarana pendukung lainnya.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi memulai ekspor langsung hasil perikanan melalui Pelabuhan Perikanan Poumako (PPI Poumako), Kabupaten Mimika, Selasa (30/6/2026). Langkah ini menjadi tonggak baru dalam upaya memperkuat sektor kelautan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan di daerah.

Ekspor perdana tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, TNI-Polri, serta pelaku usaha perikanan.

Sebanyak tiga kontainer berisi hasil tangkapan nelayan dari Kampung Akar, Kampung Kipia, dan Kampung Perongo diberangkatkan menuju pasar internasional melalui PPI Poumako.

Kegiatan pelepasan ekspor dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Ketua DPRD Mimika, unsur Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Mimika, serta perwakilan dari Bea Cukai, Karantina Hewan dan Tumbuhan, hingga Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan ekspor langsung ini menjadi bukti bahwa komoditas perikanan Papua Tengah mampu bersaing di pasar global sekaligus memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi daerah.

“Selama ini ikan tangkap di sini pergi ke Tual, Ambon, atau Sorong, dan kita tidak mendapatkan apa-apa. Tapi hari ini mengirim sinyal bahwa Papua Tengah sudah serius. Kita siapkan semua hal di sini, sehingga nilai ekonominya tetap di daerah demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ujarnya saat peluncuran.

Menurut Meki, ekspor perdana tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan Papua Tengah sebagai pusat ekonomi biru nasional. Pemerintah daerah juga berupaya membenahi tata niaga perikanan agar hasil tangkapan nelayan dapat dipasarkan lebih cepat dan efisien.

“Kami akan rapikan sistemnya agar nelayan tidak perlu menunggu lama di pasar. Kami juga siap berkolaborasi dengan pengusaha untuk memaksimalkan hasil laut,” jelas Nawipa.

Selain memperkuat sistem pemasaran, Pemprov Papua Tengah juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas nelayan, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyerahkan 10 unit kapal tangkap lengkap dengan mesin kepada nelayan berprestasi.

Baca Juga: Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua

“Memang butuh kesabaran untuk membina nelayan OAP. Tapi itulah kuncinya. Jika kita bisa membina satu dua nelayan menjadi sukses, itu adalah keberhasilan besar dari sisi kewirausahaan,” katanya.

Ke depan, pemerintah berkomitmen meningkatkan sertifikasi mutu produk perikanan, memperluas akses pasar domestik maupun internasional, serta memastikan keterlibatan masyarakat adat dalam pengembangan industri perikanan.

Komitmen tersebut juga didukung pembangunan berbagai infrastruktur kelautan, seperti pelabuhan perikanan modern dan cold storage di Nabire, serta penataan kawasan PPI Waharia di Mimika seluas 62 hektare yang dilengkapi dermaga sepanjang 120 meter.

Load More