News / Internasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 06:55 WIB
Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Berisiko Tinggi Terhadap Gempa? [@ActualidadRT]
Baca 10 detik
  • Gempa bumi kembar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni.

  • Korban jiwa akibat bencana beruntun ini melonjak hingga mencapai 1.943 orang meninggal dunia.

  • Kerusakan infrastruktur sangat masif dengan perkiraan 58.870 bangunan hancur serta 10.571 warga luka-luka.

Suara.com - Korban meninggal dunia akibat 2 gempa bumi beruntun yang mengguncang Venezuela pekan lalu melonjak drastis hingga menyentuh angka 1.943 jiwa. Kehancuran masif pada infrastruktur diduga kuat menjadi penyebab utama tingginya angka fatalitas di negara tersebut.

Pemerintah setempat kini berpacu dengan waktu untuk menangani puluhan ribu korban yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Situasi di lapangan semakin kritis mengingat skala kerusakan fasilitas umum yang sangat masif.

Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, menyampaikan langsung perkembangan mutakhir mengenai kondisi para korban pascabencana melalui saluran televisi pemerintah.

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang. [Photo/newswires]

"Sebanyak 10.571 orang mengalami luka-luka," ujar Rodriguez dalam pidato resminya, Rabu (1/7/2026).

Evakuasi korban selamat hingga saat ini masih terus berjalan di tengah puing-puing bangunan yang meratakan pemukiman warga.

Kekuatan guncangan yang sangat besar membuat struktur bangunan di berbagai kota kehilangan stabilitasnya dalam sekejap. Banyak warga terperangkap di dalam rumah mereka sendiri saat bencana kembar itu terjadi berturut-turut.

Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, merilis data mengenai dampak fisik yang dialami oleh negara di kawasan Amerika Selatan tersebut. Hasil analisis satelit menunjukkan potret kelumpuhan wilayah yang sangat parah.

Dalam laporan resminya, para peneliti NASA memperkirakan sekitar 58.870 bangunan kemungkinan besar rusak atau hancur total akibat gempa kembar tersebut. Angka kehilangan tempat tinggal ini diprediksi akan memicu krisis kemanusiaan baru dalam beberapa pekan ke depan.

Tim penyelamat masih terus menyisir zona-zona terparah guna mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan beton.

Baca Juga: Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

Bencana mematikan ini bermula dari pergerakan lempeng tektonik aktif yang berada di bawah daratan Venezuela pada akhir bulan lalu. Peristiwa geologis tersebut melepaskan energi kinetik yang sangat besar ke permukaan bumi.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara Amerika Selatan itu pada 24 Juni. Jeda waktu yang singkat antar-gempa membuat warga tidak memiliki waktu cukup untuk menyelamatkan diri.

Hingga saat ini, pemerintah lokal bersama organisasi internasional terus berupaya menyalurkan bantuan logistik dan medis ke tenda-tenda pengungsian darurat.

Load More