-
Gelombang panas ekstrem di Italia menewaskan empat warga termasuk pekerja lapangan dan lansia.
-
Pemerintah menetapkan status siaga merah di 25 kota akibat sengatan suhu tinggi bergantian.
-
Badai petir dan hujan deras mulai menghantam wilayah Tuscany hingga merobohkan puluhan pohon.
Suara.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Italia kini telah merenggut 4 korban jiwa di tengah status siaga satu yang mengepung puluhan kota. Korban meninggal dunia mencakup pekerja lapangan hingga lansia yang sedang dalam perawatan medis.
Pemerintah setempat memperluas status darurat ini ke-25 kota besar guna mengantisipasi lonjakan korban akibat sengatan suhu tinggi. Kondisi kritis ini memaksa otoritas memperketat pengawasan keselamatan bagi pekerja luar ruangan.
Dikutip dari Anadolu, 2 wilayah berbeda di Italia kini menghadapi anomali cuaca yang sangat kontras dan membahayakan warga. Saat sebagian besar wilayah terpanggang suhu ekstrem, beberapa kota lain justru mulai dihantam badai besar.
Korban tewas akibat cuaca ekstrem ini teridentifikasi di beberapa kota terpisah sejak awal pekan. Seorang pria berusia 86 tahun dan wanita berumur 74 tahun mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Genoa.
Sengatan panas juga menewaskan seorang pelukis dinding berusia 64 tahun di sebuah hotel di Padua. Di Mantua, seorang buruh tani asal Maroko berusia 55 tahun menjadi korban fatal berikutnya saat bekerja di ladang.
Kementerian Kesehatan Italia menetapkan status siaga merah di 25 kota untuk Selasa dan Rabu hari ini. Peringatan tertinggi ini menunjukkan risiko kesehatan serius bagi seluruh populasi, bukan hanya kelompok rentan.
Namun, fenomena cuaca mulai bergeser di beberapa wilayah utara dan tengah Italia. Hujan deras dan badai petir mendadak datang menggantikan cuaca panas yang menyengat.
Wilayah Tuscany menjadi daerah yang terdampak paling parah oleh perubahan cuaca ekstrem ini. Angin kencang merobohkan puluhan pohon hingga melumpuhkan jalur transportasi utama di sana.
Otoritas meteorologi memperkirakan badai petir akan terus meluas dalam beberapa hari ke depan. Area pegunungan Alpen serta wilayah pedalaman tengah dan selatan menjadi fokus kewaspadaan baru.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang
Krisis iklim ini memperpanjang catatan kelam cuaca ekstrem di benua Eropa selama musim panas tahun ini. Gelombang panas yang bercampur dengan badai destruktif mencerminkan ketidakstabilan atmosfer yang kian mengkhawatirkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
Terkini
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar