- Sepasang bayi kembar berusia 15 bulan ditemukan tewas di Beuvrages, Prancis, akibat dugaan dehidrasi saat gelombang panas ekstrem.
- Kedua orang tua korban telah ditangkap oleh pihak berwenang guna menjalani pemeriksaan terkait penyebab kematian bayi tersebut.
- Empat anak lain dalam keluarga yang sama sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala dehidrasi serupa.
Suara.com - Tragedi memilukan terjadi di Prancis saat gelombang panas ekstrem melanda.
Sepasang bayi kembar berusia 15 bulan ditemukan tewas di rumah mereka, sementara kedua orang tuanya kini telah ditangkap pihak berwenang.
Peristiwa ini terjadi di Beuvrages, dekat Valenciennes, wilayah utara Prancis.
Menurut jaksa setempat, penyelidikan difokuskan pada dugaan bahwa kedua bayi meninggal akibat dehidrasi.
Suhu tinggi di dalam rumah diduga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi korban.
Orang tua korban, masing-masing berusia 35 dan 32 tahun, dilaporkan menghubungi layanan darurat setelah menemukan anak-anak mereka dalam kondisi tidak sadar di tempat tidur.
Autopsi dijadwalkan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Pemeriksaan akan difokuskan pada kemungkinan dehidrasi akibat suhu ruangan yang tinggi,” demikian pernyataan pihak kejaksaan setempat seperti dinukil dari Reuters.
Selain dua bayi yang meninggal, empat anak lain dalam keluarga tersebut juga mengalami gejala dehidrasi.
Baca Juga: Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
Mereka berusia antara 3 hingga 6 tahun dan sempat dirawat di rumah sakit.
Beruntung, kondisi keempat anak tersebut kini dilaporkan stabil dan tidak dalam bahaya.
Namun, kasus ini menambah daftar korban rentan akibat gelombang panas ekstrem di Eropa.
Prancis dan sejumlah negara Eropa tengah menghadapi suhu ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Berita Terkait
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Mbappe Pimpin Laga Prancis vs Swedia dan Siap Bawa ke Babak 16 Besar
-
Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!
-
1.000 Orang Meninggal karena Panas Ekstrem di Prancis. Kebanyakan Orang Tua di Rumah
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari
-
Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya
-
Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT