News / Internasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 07:27 WIB
Suhu ekstrem di atas 41 derajat Celsius melumpuhkan transportasi dan layanan kesehatan di Jerman.(Euronews)
Baca 10 detik
  • Gelombang panas ekstrem di atas 41 derajat Celsius melumpuhkan total sistem transportasi publik Jerman.

  • Fasilitas kesehatan dan panti jompo krisis pendingin ruangan hingga memicu penyelidikan kasus kematian.

  • Pemerintah mengucurkan €100 miliar, namun anggaran tersebut dinilai belum cukup oleh otoritas lokal.

Freund, narasumber lainnya, mengatakan infrastruktur dan standar konstruksi perlu disesuaikan dengan kenaikan suhu, termasuk dengan menyediakan pendingin ruangan secara lebih luas di gedung-gedung publik.

Desain tata kota yang terlalu didominasi beton juga dituding sebagai penyebab makin parahnya efek pulau panas. Ruang terbuka hijau dinilai menjadi solusi mutlak untuk menurunkan suhu di area padat penduduk.

Di Berlin, warga asal Senegal bernama Mustafa mengatakan dia menghabiskan akhir pekan di dalam rumah karena panas, menambahkan bahwa kota-kota membutuhkan lebih banyak ruang hijau dan lebih sedikit beton untuk memitigasi kenaikan suhu.

Ketidaksiapan sistemik ini dinilai sebagai bukti kegagalan perencanaan jangka panjang oleh otoritas berwenang. Layanan transportasi massal yang menjadi urat nadi mobilitas warga justru lumpuh saat sangat dibutuhkan.

Marina Herz, seorang warga di dekat Berlin, mengatakan Jerman tidak bersiap secara memadai untuk cuaca ekstrem, mengamati gangguan berulang dalam transportasi dan kurangnya sistem pendingin di infrastruktur publik.

“Kami benar-benar tidak siap menghadapi kondisi ini. Perencanaan yang lebih baik diperlukan,” ujarnya.

Keluhan terhadap buruknya fasilitas penunjang di sektor transportasi umum juga terus disuarakan oleh para komuter. Mereka harus bertaruh dengan kondisi fisik yang melemah akibat udara panas di dalam gerbong.

Di Frankfurt, Melanie mengkritik kurangnya pendingin ruangan di transportasi umum, mengatakan Jerman perlu bersiap menghadapi gelombang panas yang semakin sering terjadi.

Merespons krisis ini, Menteri Lingkungan Hidup Carsten Schneider menyatakan dana federal sebesar €100 miliar telah dialokasikan. Anggaran tersebut disiapkan bagi negara bagian dan pemerintah daerah guna mendanai program adaptasi panas.

Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C

Namun, sejumlah pemerintah daerah menilai suntikan dana jumbo tersebut masih jauh dari kata cukup. Struktur biaya untuk merombak total fasilitas publik dinilai membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.

Para pakar lingkungan mengingatkan bahwa realisasi pembenahan infrastruktur struktural ini memerlukan waktu bertahun-tahun. Manfaat nyata dari investasi adaptasi iklim ini diprediksi baru bisa dirasakan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Load More