-
Gelombang panas ekstrem di atas 41 derajat Celsius melumpuhkan total sistem transportasi publik Jerman.
-
Fasilitas kesehatan dan panti jompo krisis pendingin ruangan hingga memicu penyelidikan kasus kematian.
-
Pemerintah mengucurkan €100 miliar, namun anggaran tersebut dinilai belum cukup oleh otoritas lokal.
Freund, narasumber lainnya, mengatakan infrastruktur dan standar konstruksi perlu disesuaikan dengan kenaikan suhu, termasuk dengan menyediakan pendingin ruangan secara lebih luas di gedung-gedung publik.
Desain tata kota yang terlalu didominasi beton juga dituding sebagai penyebab makin parahnya efek pulau panas. Ruang terbuka hijau dinilai menjadi solusi mutlak untuk menurunkan suhu di area padat penduduk.
Di Berlin, warga asal Senegal bernama Mustafa mengatakan dia menghabiskan akhir pekan di dalam rumah karena panas, menambahkan bahwa kota-kota membutuhkan lebih banyak ruang hijau dan lebih sedikit beton untuk memitigasi kenaikan suhu.
Ketidaksiapan sistemik ini dinilai sebagai bukti kegagalan perencanaan jangka panjang oleh otoritas berwenang. Layanan transportasi massal yang menjadi urat nadi mobilitas warga justru lumpuh saat sangat dibutuhkan.
Marina Herz, seorang warga di dekat Berlin, mengatakan Jerman tidak bersiap secara memadai untuk cuaca ekstrem, mengamati gangguan berulang dalam transportasi dan kurangnya sistem pendingin di infrastruktur publik.
“Kami benar-benar tidak siap menghadapi kondisi ini. Perencanaan yang lebih baik diperlukan,” ujarnya.
Keluhan terhadap buruknya fasilitas penunjang di sektor transportasi umum juga terus disuarakan oleh para komuter. Mereka harus bertaruh dengan kondisi fisik yang melemah akibat udara panas di dalam gerbong.
Di Frankfurt, Melanie mengkritik kurangnya pendingin ruangan di transportasi umum, mengatakan Jerman perlu bersiap menghadapi gelombang panas yang semakin sering terjadi.
Merespons krisis ini, Menteri Lingkungan Hidup Carsten Schneider menyatakan dana federal sebesar €100 miliar telah dialokasikan. Anggaran tersebut disiapkan bagi negara bagian dan pemerintah daerah guna mendanai program adaptasi panas.
Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
Namun, sejumlah pemerintah daerah menilai suntikan dana jumbo tersebut masih jauh dari kata cukup. Struktur biaya untuk merombak total fasilitas publik dinilai membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.
Para pakar lingkungan mengingatkan bahwa realisasi pembenahan infrastruktur struktural ini memerlukan waktu bertahun-tahun. Manfaat nyata dari investasi adaptasi iklim ini diprediksi baru bisa dirasakan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas
-
Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
-
Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz
-
Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK
-
Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang
-
Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai
-
Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah
-
Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap