-
Pesawat ringan menabrak menara tertinggi Beijing, memicu sensor ketat dan pembungkaman informasi oleh pemerintah China.
-
Insiden terjadi dekat markas pemimpin tertinggi, menandakan kegagalan masif pada sistem keamanan udara Beijing.
-
Larangan terbang bagi pesawat ringan diberlakukan, sementara pengamat memprediksi akan ada pencopotan jabatan perwira terkait.
Pengetatan ini memicu spekulasi besar tentang bagaimana pesawat bisa menembus ruang udara paling dijaga di dunia.
Sebab, Beijing menerapkan zona larangan terbang permanen seluas 100 kilometer persegi di pusat politiknya.
Kawasan steril itu melindungi Lapangan Tiananmen dan Zhongnanhai, tempat tinggal serta kantor para pemimpin tertinggi.
Analis China, Bill Bishop, melalui media sosial X menyebut insiden ini sebagai pelanggaran keamanan yang masif.
"Tidak butuh banyak detik terbang lagi dan [kecelakaan itu] bisa saja terjadi di Zhongnanhai... [Itu akan menjadi] gempa bumi dalam sistem keamanan Beijing," tulis Bill Bishop.
Pemerintah sendiri baru saja memperketat regulasi pesawat tanpa awak atau drone di wilayah ibu kota.
Namun, fakta bahwa pesawat bersayap mampu lolos menjadi tamparan keras bagi sistem pertahanan udara mereka.
Wakil Presiden Riset di Chicago Council of Global Affairs, Raymond Kuo, menyoroti implikasi politik dari kelalaian ini.
"Fakta bahwa sebuah pesawat kecil, yang jauh lebih besar daripada kebanyakan drone, mampu terbang melintasi sebagian besar kota dan berada sangat dekat dengan Zhongnanhai adalah hal yang memalukan secara politik dan merupakan kegagalan keamanan yang besar," kata Raymond Kuo.
Baca Juga: Harga Jual Kembali Mobil China Masih Kalah Jauh dari Merek Jepang
Kuo menambahkan, peristiwa ini bisa berupa kesalahan pilot, kerusakan mekanis, atau potensi unsur kesengajaan.
Berdasarkan data Flightradar24, armada yang jatuh merupakan pesawat 2 kursi tunggal Aurora SA60L buatan Sunward Aircraft China.
Pengamat eksternal menyamakan peristiwa ini dengan momen penerbangan amatir Mathias Rust asal Jerman pada tahun 1987.
Kala itu, Rust berhasil mendaratkan pesawat ringan di Lapangan Merah Moskow saat masa akhir Perang Dingin.
Cendekiawan non-residen di Carnegie China, Chong Ja Ian, melihat adanya kemiripan konsekuensi dari kedua peristiwa bersejarah tersebut.
"Penerbangan dan pendaratannya menyoroti celah serius dalam sistem pertahanan udara Soviet. Insiden itu menyebabkan pencopotan beberapa perwira tinggi yang bertanggung jawab atas pertahanan udara dan keamanan," ujar Chong Ja Ian.
Chong memprediksi langkah pembersihan pejabat serupa sangat mungkin terjadi di lingkungan keamanan Beijing saat ini.
"Sebuah pesawat kecil yang menabrak Menara CITIC berarti drone atau rudal mungkin juga bisa melakukannya. Ini agak memalukan bagi layanan keamanan yang bertanggung jawab atas Beijing," tambahnya.
Latar belakang pengetatan informasi di China memang bukan hal baru untuk isu yang dinilai sensitif secara politik.
Namun, pemblokiran total terhadap simbol kota memperlihatkan kecemasan tinggi pemerintah terhadap stabilitas internal pasca-insiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG
-
Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK
-
Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo
-
Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela
-
Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!
-
KPK Gagal Periksa Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur Pilih ke Luar Negeri Saat Kasus Haji Diusut
-
Hakim Beratkan Vonis Nadiem karena Sudah Kaya, Pakar: Standarnya Terlalu Subjektif
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat
-
Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?
-
17 Tahun Terkatung-katung, Nasib Lahan Transmigrasi di Muaro Jambi Akhirnya Terang