- Taruna Poltekpel Malahayati, Muhammad Zulfikar, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat ledakan mesin kapal di Banda Aceh.
- Insiden ledakan kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue menyebabkan total tiga korban meninggal dunia.
- PT ASDP Indonesia Ferry berkomitmen memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta mendukung penuh proses penyelidikan pihak kepolisian.
Suara.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 kembali bertambah. Seorang taruna atau mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Muhammad Zulfikar, meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh Andri Setiawan membenarkan kabar duka tersebut. Dengan meninggalnya Muhammad Zulfikar, total korban tewas dalam insiden itu menjadi tiga orang.
"Iya betul, kami menerima kabar duka atas wafatnya salah satu korban bernama Muhammad Zulfikar," kata Andri Setiawan di Banda Aceh, Rabu.
Muhammad Zulfikar mengembuskan napas terakhir pada Rabu sekitar pukul 01.00 WIB setelah menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke rumah duka di Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.
Sebelumnya, ledakan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh-Sabang saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada Jumat (12/6).
Insiden tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri atas 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal (ABK). Seluruh korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Hingga kini, tiga korban meninggal dunia yakni Fahri Herdi Eko, Muhammad Bilal Ramzi, dan Muhammad Zulfikar.
Andri mengatakan ASDP terus berupaya memastikan seluruh korban memperoleh penanganan terbaik sejak hari pertama insiden terjadi. Perusahaan juga berkomitmen mendampingi keluarga korban selama proses penanganan berlangsung.
"Atas nama Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan ini," ujarnya.
Baca Juga: Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat
Ia menegaskan aspek keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, ASDP terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait, sekaligus mengawal kebutuhan keluarga korban, mulai dari proses perawatan hingga pemulangan jenazah dan pemakaman.
Selain itu, ASDP menyatakan tetap mendukung proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian serta evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional pascainsiden.
"Setiap pembelajaran dari peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan," demikian Andri Setiawan.
Berita Terkait
-
Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021
-
Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M
-
Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta