News / Nasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB
Sejumlah korban ledakan kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Aceh, Jumat (12/6/2026). (ANTARA FOTO/Akramul Muslim)
Baca 10 detik
  • Taruna Poltekpel Malahayati, Muhammad Zulfikar, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat ledakan mesin kapal di Banda Aceh.
  • Insiden ledakan kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue menyebabkan total tiga korban meninggal dunia.
  • PT ASDP Indonesia Ferry berkomitmen memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta mendukung penuh proses penyelidikan pihak kepolisian.

Suara.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 kembali bertambah. Seorang taruna atau mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Muhammad Zulfikar, meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh Andri Setiawan membenarkan kabar duka tersebut. Dengan meninggalnya Muhammad Zulfikar, total korban tewas dalam insiden itu menjadi tiga orang.

"Iya betul, kami menerima kabar duka atas wafatnya salah satu korban bernama Muhammad Zulfikar," kata Andri Setiawan di Banda Aceh, Rabu.

Muhammad Zulfikar mengembuskan napas terakhir pada Rabu sekitar pukul 01.00 WIB setelah menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke rumah duka di Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.

Sebelumnya, ledakan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh-Sabang saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada Jumat (12/6).

Insiden tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri atas 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal (ABK). Seluruh korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Hingga kini, tiga korban meninggal dunia yakni Fahri Herdi Eko, Muhammad Bilal Ramzi, dan Muhammad Zulfikar.

Andri mengatakan ASDP terus berupaya memastikan seluruh korban memperoleh penanganan terbaik sejak hari pertama insiden terjadi. Perusahaan juga berkomitmen mendampingi keluarga korban selama proses penanganan berlangsung.

Kapal KM Aceh Hebat 2 meledak di pelabuhan Banda Aceh. [Dok Kodaeral I Belawan]

"Atas nama Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan ini," ujarnya.

Baca Juga: Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat

Ia menegaskan aspek keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, ASDP terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait, sekaligus mengawal kebutuhan keluarga korban, mulai dari proses perawatan hingga pemulangan jenazah dan pemakaman.

Selain itu, ASDP menyatakan tetap mendukung proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian serta evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional pascainsiden.

"Setiap pembelajaran dari peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan," demikian Andri Setiawan.

Load More