- Bupati Purwakarta, Saeful Bahri Binzein, menuai kritik publik karena lagu ciptaannya dinilai mengandung bias gender dan merendahkan perempuan.
- Pengamat komunikasi Jamiluddin Ritonga menyatakan bupati seharusnya menunjukkan sikap empati serta melindungi warga alih-alih merendahkan harkat perempuan.
- Jamiluddin meminta Partai Gerindra dan Kemendagri segera memberikan teguran resmi kepada Bupati Purwakarta atas tindakan kontroversial tersebut.
Suara.com - Polemik lagu "Lelaki Langit, Lalanang Bejat" yang diciptakan Bupati Purwakarta Saeful Bahri Binzein atau Om Zein terus menuai kritik. Lirik lagu tersebut dinilai mengandung bias gender dan merendahkan harkat perempuan.
Pengamat komunikasi dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai kemarahan publik, terutama dari kalangan perempuan, merupakan hal yang wajar.
"Lirik lagu 'Lelaki Langit, Lalanang Bejat' memang bias gender. Lirik lagu itu jelas merendahkan harkat perempuan. Karena itu, wajar kalau banyak pihak, terutama perempuan, marah," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Kamis (2/7/2026).
Menurut Jamiluddin, sebagai kepala daerah, Saeful Bahri seharusnya menunjukkan empati terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan menjadikannya sebagai materi dalam karya yang berpotensi menyinggung kelompok tertentu.
"Kalau menemukan ada perempuan yang masih SMP telah mengalami tujuh kali keguguran, seharusnya ia menunjukkan simpati, mencari tahu penyebabnya, dan mencarikan solusi," ujarnya.
Ia menegaskan, jabatan bupati menuntut seseorang untuk menjadi pelindung sekaligus pemberi solusi bagi masyarakat.
"Namanya bupati harusnya bisa mengayomi, melindungi, dan solutif bagi warganya," katanya.
Karena itu, Jamiluddin menilai tidak pantas apabila seorang kepala daerah justru menyampaikan narasi yang dinilai merendahkan warganya sendiri.
"Jadi, sangat tidak elok bila bupati justru mencemooh warganya, terutama perempuan. Bupati seperti ini tentu sangat tidak amanah dan bukan teladan bagi warganya," tegasnya.
Baca Juga: Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
Lebih lanjut, ia meminta Partai Gerindra sebagai partai tempat Saeful Bahri bernaung untuk mengambil sikap.
"Gerindra wajib menegur bupati tersebut. Sebab, bupati yang bias gender sangat tak layak menjadi pemimpin di negeri ini," ujarnya.
Selain itu, Jamiluddin juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan teguran agar polemik serupa tidak terulang.
"Mendagri juga perlu menegur bupati tersebut. Sebab, bupati seperti itu hanya membuat antipati terhadap pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Purwakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!
-
Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus
-
BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT