News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:11 WIB
Ilustrasi 80 tahun Polri. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Dosen UMY Isnaini Muallidin memberi rapor merah bagi Polri karena krisis legitimasi serta kegagalan reformasi internal selama 80 tahun.
  • Struktur organisasi Polri dinilai masih militeristik dan tata kelola birokrasi internalnya terhambat praktik transaksional serta intervensi politik yang merusak.
  • Lemahnya kepemimpinan Kapolri dan tidak efektifnya tim reformasi menuntut perubahan total agar Polri kembali menjadi lembaga sipil profesional.

Kritik tajam pun diarahkan langsung kepada kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri dinilai tidak kapabel dalam menuntaskan berbagai skandal besar yang menjerat institusinya. 

Lemahnya kepemimpinan di pucuk pimpinan tertinggi dinilai mempercepat pembusukan institusi hingga ke level bawah. Sehingga pergantian Kapolri menjadi opsi yang relevan demi menyelamatkan lembaga.

"Sudah saatnya diganti. Karena apa? Karena beberapa masalah kepolisian besar itu di bawah beliau. Bagaimana bobroknya institusi kepolisian itu gitu," ujarnya 

Terakhir, pembahasan mengenai Undang-Undang Polri yang bergulir di parlemen dianggap cacat prosedur. Sebab dilakukan secara senyap tanpa melibatkan partisipasi publik. 

Isnaini menegaskan, jalan keluar satu-satunya bagi krisis multidimensi ini adalah melakukan reformasi kelembagaan total, menata ulang aturan main, serta mengembalikan hakikat Polri sebagai lembaga sipil yang murni melayani kepentingan rakyat.

"Berat kalau masyarakat sudah tidak percaya lagi," tandasnya.

Load More