News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB
Ilustrasi - Potret taruna di Akademi Militer Magelang (akmil.ac.id)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 2.000 taruna Akpol dan Akmil akan mendampingi siswa Sekolah Rakyat selama masa pengenalan sekolah berlangsung.
  • Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada 3 hingga 7 Agustus 2026 di 178 lokasi Sekolah Rakyat seluruh Indonesia.
  • Para taruna berperan sebagai kakak asuh untuk membantu adaptasi serta membangun karakter siswa melalui pendekatan edukatif.

Suara.com - Sebanyak 1.000 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bakal terlibat dalam pembinaan siswa Sekolah Rakyat pada masa pengenalan lingkungan sekolah. Mereka akan bertugas bersama 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) sebagai pendamping dan kakak asuh bagi para peserta didik.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pelibatan para taruna akan berlangsung selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 3-7 Agustus 2026 di 178 lokasi Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

"Dari hasil koordinasi yang sudah kami lakukan, maka rencana penyelenggaraannya pada tanggal 3 sampai 7 Agustus selama 5 hari di 178 lokasi Sekolah Rakyat dengan melibatkan 1.000 taruna TNI dan 1.000 taruna kepolisian. Jadi totalnya 2.000, dengan 365 perwira pendamping," kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia menegaskan para taruna tidak akan memberikan pelatihan bergaya militer. Sebaliknya, mereka akan mendampingi siswa selama masa orientasi sekaligus menjadi kakak asuh untuk membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah.

Menurut Gus Ipul, para taruna akan mengajak siswa membangun kedisiplinan, kerja sama, rasa percaya diri, serta menjadi teladan melalui sikap sehari-hari dengan pendekatan yang ramah anak.

Raisa Alena, siswa kelas 5 di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta. [Ist]

"Materi kegiatannya adalah materi yang terkait dengan membangun karakter siswa secara utuh dengan bahasa yang edukatif," ujarnya.

Ia menjelaskan materi yang diberikan meliputi penguatan karakter dan kepribadian, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, kedisiplinan positif dan tanggung jawab, keterampilan kepramukaan, ketangguhan diri, kerja sama, serta kepedulian sosial.

Gus Ipul mengatakan pelaksanaan kegiatan pada awal tahun ajaran dipilih karena menjadi masa adaptasi bagi siswa maupun guru di Sekolah Rakyat.

"Belajar dari pengalaman tahun lalu, pada masa awal-awal itu perlu saling adaptasi. Siswa yang baru, gurunya kadang juga baru mengenal, jadi sama-sama memerlukan waktu saling beradaptasi. Ini saat yang tepat di masa awal-awal pembelajaran," ujarnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Karena itu, pemerintah berharap pendampingan dari para taruna dapat membantu menumbuhkan kedisiplinan, kepercayaan diri, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan para siswa.

Load More