News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein (Instagram/@bupatikabpurwakarta)
Baca 10 detik
  • Anggota DPR Selly Andriany Gantina mengecam lagu karya Bupati Purwakarta karena dianggap merendahkan martabat kaum perempuan.
  • Lirik lagu tersebut memicu kontroversi dan somasi karena menggunakan bahasa yang dinilai seksis serta melukai perasaan masyarakat.
  • Bupati Purwakarta telah meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa karya tersebut tidak bertujuan melakukan pelecehan seksual secara verbal.

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, melayangkan kecaman keras terhadap lagu berjudul 'Lalaki Langit Lalanang Bejat'.

Lagu tersebut tengah menjadi polemik di tengah masyarakat karena dinilai merendahkan kaum perempuan dan dianggap sebagai bentuk pelecehan.

“Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' dilihat dari lirik-liriknya sangat melecehkan perempuan,” kata Selly kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Lagu ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, ini menuai kritik tajam lantaran liriknya dianggap mengandung makna seksis. Dampak dari polemik tersebut, Saepul Bahri bahkan sempat disomasi oleh pihak-pihak yang merasa keberatan.

Meskipun Bupati Purwakarta telah menyampaikan permohonan maaf, ia memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki maksud untuk merendahkan atau melakukan pelecehan seksual secara verbal melalui karya yang dirilisnya tersebut.

Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' sendiri disusun dengan lirik berbahasa Sunda. Meski diklaim bertujuan untuk mengangkat budaya lokal, penggunaan diksi di dalamnya justru dianggap melukai martabat perempuan.

Sederet penggalan lirik dalam lagu tersebut juga dinilai kental dengan nuansa patriarki, di mana liriknya membandingkan beban laki-laki dengan proses biologis perempuan, seperti kehamilan, keguguran, hingga siklus menstruasi.

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (ANTARA/HO-Humas DPR RI)

Terkait hal tersebut, Selly mempertanyakan empati pencipta lagu terhadap kondisi biologis perempuan. Ia menegaskan bahwa bias gender yang merendahkan tidak bisa dibenarkan, sekalipun dibalut dengan alasan hiburan atau humor.

“Kalau mau dianggap humor sekalipun, isi lagunya juga tidak lucu. Maka wajar kalau masyarakat dan netizen mempertanyakan kepemimpinan dari seseorang yang tidak bisa membedakan antara candaan dengan bias gender yang merendahkan,” tuturnya.

Baca Juga: Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran

Selly menilai lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' tidak memiliki unsur edukasi sama sekali, meskipun ada klaim bahwa lagu tersebut merupakan upaya mempromosikan bahasa Sunda.

Mantan Plt Bupati Cirebon itu menekankan pentingnya kesadaran bagi para tokoh publik dalam menciptakan karya seni agar tetap menjaga nilai-nilai sosial.

“Seharusnya sudah dapat dipahami bahwa bahasa, humor, karya seni, maupun konten digital bukan sekadar media ekspresi, tetapi juga instrumen pembentuk nilai sosial,” pungkasnya.

Load More