- Said Didu membantah tudingan pendukung buta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Juli 2024.
- Said tetap memberikan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah seperti program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Ia mengawasi ketat program strategis nasional guna mencegah penyimpangan oleh pihak yang memanfaatkan posisi untuk kepentingan keuntungan pribadi.
Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, akhirnya buka suara menanggapi tudingan miring yang menyebut dirinya kini terlalu "halus" dalam mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan tegas, ia membantah telah beralih menjadi pendukung buta atau yang populer dengan istilah ‘Terwo’ (Ternak Prabowo).
Klarifikasi ini muncul menyusul anggapan sebagian pihak bahwa nada kritik Said tidak selantang biasanya. Namun, alumnus IPB University ini menegaskan bahwa posisinya tetap objektif dan berbasis pada kepentingan publik.
“Saya bukan Terwo. Saya hanya dukung program yang bagus untuk rakyat,” tegas Said Didu dalam tayangan YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (1/7/2024).
Tetap Beri Kritik Pedas
Untuk mematahkan label tersebut, Said membeberkan sejumlah catatannya terhadap kebijakan pemerintah saat ini.
Ia mencontohkan bagaimana dirinya tetap melontarkan kritik keras terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih bermasalah.
Tak hanya itu, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pun tak luput dari bidikannya. Baginya, dukungan terhadap pemerintah tidak berarti menutup mata terhadap kekeliruan.
“Kalau salah, ya, salah aja,” cetus Said singkat.
Baca Juga: Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi
Waspadai 'Penumpang Gelap'
Lebih lanjut, Said Didu menjabarkan sederet program pemerintah yang masuk dalam radar pengawasannya. Mulai dari program hilirisasi, energi terbarukan, hingga sekolah rakyat.
Ia mengendus adanya celah penyimpangan yang lebar dalam tata kelola program-program besar tersebut.
Said memperingatkan adanya potensi pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi di tengah program strategis pemerintah.
“Banyak penumpang gelapnya. Program yang bermasalah harus diluruskan. MBG kita luruskan, KDMP kita luruskan,” pungkasnya.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Ratusan Mahasiswa Trisakti Kepung DPR Siang Ini, Bawa Tritura Baru dan Kritik Kinerja Pemerintah
-
Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
-
PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan
-
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan