- PBNU sedang mematangkan lokasi Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Agustus tahun 2026 mendatang.
- Tim survei meninjau lima provinsi meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, NTB, dan Sumatra Barat sebagai lokasi.
- Penentuan lokasi mempertimbangkan akses, pembiayaan, serta kesiapan sarana prasarana untuk menampung lebih dari sepuluh ribu orang peserta.
Suara.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih mematangkan lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Tim survei telah diterjunkan ke lima provinsi untuk menilai kelayakan lokasi yang mampu menampung ribuan peserta, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo dan Tambakberas di Jawa Timur.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan survei dilakukan di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatra Barat.
Hasil survei tersebut akan dibahas dalam rapat pekan depan sebelum lokasi muktamar diputuskan.
"Minggu depan, insyaallah, akan diadakan rapat untuk mendengarkan laporan-laporan tim survei, kalau memungkinkan nanti akan diputuskan tempatnya di mana," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Menurut Gus Ipul, terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan lokasi penyelenggaraan Muktamar NU.
Selain akses menuju lokasi dan pembiayaan, PBNU juga mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk kapasitas untuk menampung peserta.
"Pertama tentu aksesnya ya, yang kedua pembiayaannya, yang ketiga juga penting itu sarana dan prasarananya. Tempat yang kita pilih itu sekaligus dinilai kelayakan daya dukungnya. Kemudian tentu ada beberapa hal lain yang memungkinkan bisa menampung peserta lebih dari 3.000, belum lagi ada peninjau, pengunjung, yang itu diperkirakan bisa lebih dari 5-10 ribu," ujarnya.
Khusus di Jawa Timur, Gus Ipul mengungkap terdapat dua lokasi yang akan disurvei, yakni Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri dan Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Minta Tak Ada Money Politics dan Campur Tangan Parpol
"Ya, di Jawa Timur ada beberapa titik yang mengajukan. Tinggal nanti kita lihat hasil tim survei. Itu salah satunya Lirboyo, kemudian ada juga Tambakberas di Jombang, yang semua insya Allah akan disurvei nanti. Jadi di Jawa Timur ada dua itu mungkin," tuturnya.
Sementara itu, di DKI Jakarta, PBNU juga akan meninjau tiga pondok pesantren sebagai calon lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
"Dan di DKI ini ada tiga yang akan dilihat di beberapa pondok pesantren," pungkas Gus Ipul.
Berita Terkait
-
Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar
-
2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi
-
Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Minta Tak Ada Money Politics dan Campur Tangan Parpol
-
'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar
-
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen
-
Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat
-
Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan
-
Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha