Suara.com - Sungai menjadi sumber kehidupan bagi miliaran orang di seluruh dunia. Namun, pencemaran, perubahan iklim, dan berbagai aktivitas manusia membuat kondisi sungai semakin terancam. Untuk memantau perubahan tersebut secara lebih cepat dan menyeluruh, para ilmuwan kini memanfaatkan teknologi satelit yang mampu mengamati kesehatan sungai dari luar angkasa.
Dalam makalah berjudul Remote Sensing and the New Global River Science, para peneliti menjelaskan bahwa teknologi penginderaan jauh (remote sensing) berbasis satelit dapat menjadi alat penting untuk memantau kesehatan sungai di seluruh dunia. Berbeda dengan pengukuran di lapangan yang terbatas oleh waktu dan lokasi, satelit memungkinkan ilmuwan mengamati perubahan kualitas air secara rutin dalam cakupan wilayah yang sangat luas.
Profesor Dongmei Feng, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan sungai memiliki peran penting dalam menghubungkan daratan, atmosfer, dan lautan. Bahkan, sekitar 90 persen populasi dunia tinggal dalam jarak 10 kilometer dari sungai sehingga kondisinya sangat memengaruhi kehidupan manusia.
"Setiap kota besar memiliki sungai yang menjadi ciri khasnya. Sungai menyediakan sumber daya penting yang memungkinkan kota-kota berkembang," ujarnya.
Melalui citra satelit, para peneliti dapat melacak berbagai indikator kesehatan sungai, mulai dari aliran sedimen, kandungan nutrisi, hingga material lain yang terbawa menuju muara. Data tersebut membantu ilmuwan memahami bagaimana perubahan di sungai dapat memengaruhi ekosistem pesisir, termasuk kawasan estuari yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan dan organisme laut.
Menurut Dongmei, setiap sungai memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pemantauan yang menyeluruh.
"Setiap sungai itu unik, ditentukan oleh iklimnya yang berbeda, lingkungan sekitarnya, dan jejak manusia. Itulah mengapa kami ingin mempelajari setiap sungai dalam skala besar," katanya.
Para peneliti menilai perkembangan teknologi satelit dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang baru untuk memperoleh data berkualitas tinggi secara berkala. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan kualitas air lebih dini, mengevaluasi dampak pencemaran, hingga memantau pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sungai.
Tak hanya bermanfaat bagi ilmuwan, data dari satelit juga dapat membantu pemerintah dan pengelola sumber daya air menyusun kebijakan konservasi yang lebih tepat sasaran. Dengan pemantauan yang berkelanjutan, berbagai ancaman terhadap sungai dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga langkah perlindungan dapat dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas.
Baca Juga: Cuaca Makin Tak Menentu, Terlambatkah Kita Menghadapi Krisis Iklim?
Para peneliti berharap pemanfaatan teknologi satelit dapat menjadi bagian penting dari pengelolaan sungai di masa depan. Dengan pendekatan yang semakin berbasis data, upaya menjaga ketersediaan air bersih sekaligus melindungi ekosistem sungai di tengah tekanan perubahan iklim dan aktivitas manusia diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?