- Anggota DPR mendesak Mabes Polri mengusut tuntas jaringan narkoba pasca tewasnya tiga anggota polisi di Katingan Tengah, Kalimantan.
- Insiden pada 1 Juli 2026 terjadi saat penggerebekan bandar sabu yang memicu perlawanan warga dan menewaskan tiga personel.
- Polri diminta mengevaluasi prosedur operasi serta meningkatkan jumlah personel dan perlengkapan demi menjamin keselamatan aparat di lapangan.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, mendesak Mabes Polri turun tangan langsung mengusut tuntas insiden yang menewaskan tiga anggota Polri saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.
Menurutnya, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus membongkar seluruh jaringan sindikat narkoba yang berada di balik penyerangan tersebut.
"Mereka harus disapu bersih karena telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat dan aparat penegak hukum," kata Abdullah kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Selain penegakan hukum, Abdullah juga meminta Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasi standar (SOP) dalam penindakan terhadap jaringan narkoba.
Menurutnya, operasi terhadap sindikat bersenjata harus didukung perencanaan yang matang, jumlah personel yang memadai, serta perlengkapan yang mampu melindungi keselamatan anggota.
"Jangan sampai ada lagi anggota yang gugur dalam menjalankan tugas karena kurangnya persiapan atau dukungan yang memadai," katanya.
Ia menambahkan setiap operasi melawan jaringan narkoba juga harus mempertimbangkan seluruh potensi ancaman di lapangan agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas.
"Penambahan personel serta dukungan peralatan yang memadai juga perlu dilakukan agar operasi berjalan lancar, sukses, dan keselamatan anggota tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Tiga Penyerang Ditangkap, Bandar Sabu Masih Diburu
Baca Juga: PDIP Sindir Narasi 'Jateng Kandang Gajah' di Tengah Rencana Safari Jokowi
Penyelidikan atas insiden berdarah tersebut hingga kekinian masih terus berlanjut. Polres Katingan telah menangkap tiga terduga pelaku berinisial S, N, dan R yang diduga terlibat menyerang anggota kepolisian menggunakan parang saat operasi penggerebekan berlangsung.
Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku, sementara target utama operasi, bandar sabu berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika, hingga kini masih dalam pengejaran.
Insiden berdarah ini diketahui terjadi saat 12 personel kepolisian menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada 1 Juli 2026 malam.
Setelah target operasi diamankan, situasi berubah menjadi ricuh ketika sejumlah orang bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas.
Akibat penyerangan tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra tewas di lokasi.
Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan meninggal dunia di DAS Katingan setelah sempat dinyatakan hilang, sedangkan Aiptu Sumaryanto ditemukan meninggal dunia sehari kemudian usai tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru