- Ratusan siswa SD dan SMP mengenakan pakaian adat menyambut Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi di Yogyakarta.
- Agenda penyambutan berlangsung di pintu keluar VVIP Lanud Adisutjipto pada Rabu, 8 Juli 2026, sejak pukul 09.00 WIB.
- Dinas Pendidikan Sleman mengerahkan 1.000 siswa melalui koordinasi lintas instansi untuk mengibarkan bendera bagi iring-iringan tamu negara.
Suara.com - Ratusan siswa SD dan SMP mulai memadati kawasan pintu keluar VVIP Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026) pagi.
Mereka datang untuk mengikuti agenda penyambutan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.
Pantauan Suara.com di lokasi, para siswa sudah tiba sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka diantar orang tua menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi.
Sejumlah sekolah juga tampak mengangkut siswa secara rombongan menggunakan minibus yang didampingi guru dan pendamping.
Sesampainya di lokasi, para siswa langsung diarahkan berbaris rapi di sisi pintu keluar VVIP Lanud Adisutjipto.
Masing-masing memegang bendera kecil Merah Putih dan bendera India yang akan dikibarkan saat iring-iringan tamu negara melintas.
Hingga pukul 10.30 WIB, helikopter maupun pesawat yang disebut akan membawa rombongan Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi belum mendarat.
Para siswa tetap bertahan di barisan sambil sesekali mendapat arahan dari guru dan petugas pendamping.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengatakan sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP yang disiapkan dibagi menjadi dua kelompok.
Baca Juga: Sebut Prabowo Perlu Membumi! Aliansi Perempuan Soroti Kerusakan Republik dan Konflik Papua
Masing-masing berjumlah 500 siswa untuk menyambut kedatangan dan kepulangan Presiden Prabowo bersama PM Narendra Modi agar waktu tunggu peserta tidak terlalu lama.
"Kita siapkan 1000 siswa, SD dan SMP. Kita bagi dua. Pertimbangannya adalah biar tidak terlalu lama," kata Mustadi kepada awak media, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan seluruh siswa memang diminta mengenakan pakaian adat Jawa. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari konsep penyambutan yang telah ditetapkan sejak awal oleh pihak kepresidenan.
"Adat Jawa, karena sejak awal memang dari kepresidenan itu," ujarnya.
Disampaikan Mustadi, pengerahan siswa bukan merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sleman. Penugasan tersebut berasal dari Sekretariat Presiden melalui mekanisme koordinasi lintas instansi.
Penyiapan peserta dilakukan setelah adanya rapat koordinasi di tingkat Pemerintah Provinsi DIY yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.
Berita Terkait
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Momen PM India Narendra Modi Pidato di Parlemen RI
-
PM Narendra Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam, Ajak Indonesia Masuki Era Baru
-
Sebut Prabowo Perlu Membumi! Aliansi Perempuan Soroti Kerusakan Republik dan Konflik Papua
-
Prabowo dan Narendra Modi Sepakat Perkuat Kemitraan, 16 Kerja Sama Diteken
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut