- Aliansi Perempuan Indonesia menuntut Presiden Prabowo bertanggung jawab atas dugaan kejahatan kemanusiaan terhadap perempuan di wilayah Papua.
- Massa aksi berunjuk rasa di depan kantor Komnas HAM Jakarta pada 7 Juli 2026 menolak pendekatan militeristik.
- Demonstran mendesak Komnas HAM menetapkan kekerasan di Papua sebagai pelanggaran HAM berat dan menuntut penarikan pasukan militer.
Suara.com - Aliansi Perempuan Indonesia (API) menyebut Presiden Prabowo Subianto bertanggung jawab atas segala kejahatan kemanusiaan, terkhusus perempuan dalam konflik keberlanjutan di Papua.
Perwakilan dari API, Mutiara Ika, menjelaskan kalau Prabowo memiliki wewenang tertinggi untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Ia khawatir pendekatan militeristik yang kerap digunakan Prabowo dalam menangani Papua, dapat mengancam kualitas demokrasi.
"Penamabahan pasukan dan segala macemnya mengancam demokrasi dan kebebasan. Selain itu juga merupakan penggelontoran uang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan," kata Ika kepada Suara.com pada Selasa (7/72026).
Hal senada juga dilontarkan oleh anggota API lain, Fanda yang meminta Prabowo untuk lebih banyak mendengar aspirasi rakyat.
Ia menilai presiden perlu memantau langsung situasi bangsa saat ini.
"Prabowo perlu membumi, lihat berapa rusaknya republik kita," kata Fanda.
Diberitakan sebelumnya, belasan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar unjuk rasa menolak kekerasan dalam konflik Papua di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026) sore.
Mereka menuntut Komnas HAM untuk menetapkan rangkaian kejadian pembunuhan oleh aparat di Papua menjadi pelanggaran HAM berat.
Baca Juga: Prabowo dan Modi Teken 16 Kesepakatan: Dari Rudal Brahmos hingga Restorasi Prambanan
Selain itu, demonstran juga menyerukan agar pemerintah menarik militer dalam penanganan konflik di sana.
Meski begitu, hingga aksi selesai tidak ada perwakilan Komnas HAM yang turun langsung menemui massa. Padahal salah satu tujuan aksi tersebut adalah bertemu langsung dengan komisoner Komnas HAM untuk melakuka audiensi.
"Mereka alesanya sedang ada sidang paripurna sehingga tidak bisa menemui kami," kata Ika.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Buntut Penembakan Ibu Hamil, Massa API Demo di Komnas HAM: Hentikan Pembunuhan Rakyat di Papua!
-
Prabowo dan Narendra Modi Sepakat Perkuat Kemitraan, 16 Kerja Sama Diteken
-
Papua Memanas, Bambang Pacul Ingatkan Mandat UU: Itu Tanggung Jawab Wapres
-
Prabowo dan Modi Teken 16 Kesepakatan: Dari Rudal Brahmos hingga Restorasi Prambanan
-
Perempuan & Budaya Selalu Ingin Upgrade Diri: Self-Improvement Tanpa Henti?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Hakim PN Jaksel Batalkan Penangkapan Roy Suryo, Ini Alasan Lengkapnya
-
DiSembunyikan di Gudang Siantar, Land Cruiser Rp2 Miliar Bupati Kuansing Akhirnya Ditowing KPK
-
Desain Mewah Gambir Jadi Lifestyle Hub, KAI Masih Rahasiakan Kapan Proyek Dimulai
-
Bayar Zakat Bisa Sekaligus Pangkas Pajak? MUI Dorong Pemerintah Ubah Skema Tax Credit
-
Pekerja di Roxy Mas Tewas Terjepit Lift Anjlok! Jasad Tergantung di Lantai 2 dan 3
-
Puan Jelaskan Makna Filosofis Gedung DPR RI ke PM Modi: Simbol Perjuangan Bangsa Berkembang
-
Puan Sambut Narendra Modi di DPR, Hubungan Parlemen Indonesia-India Diperkuat
-
Buntut Penembakan Ibu Hamil, Massa API Demo di Komnas HAM: Hentikan Pembunuhan Rakyat di Papua!
-
Bobby Terima Penghargaan Adinata Syariah, Bukti Sumut Berkontribusi bagi Penguatan Ekonomi Nasional
-
Narendra Modi Tiba di Gedung Parlemen, Siap Berpidato di Hadapan Anggota DPR