- Brimob mengamankan barang bukti berupa koper dari rumah mewah di Sentul pada Kamis, 9 Juli 2026.
- Penyitaan dilakukan tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya terkait kasus korupsi serta pencucian uang.
- Barang bukti kini berada di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk menjalani proses verifikasi oleh penyidik.
Suara.com - Iring-iringan kendaraan taktis Barracuda milik Brimob memasuki halaman Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026).
Kendaraan tersebut membawa tumpukan barang bukti yang disita dari sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor.
Rumah mewah yang digeledah itu diduga berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Pengamanan ekstra ketat menyertai proses pemindahan barang-barang yang diduga berkaitan dengan praktik rasuah tersebut.
Pintu belakang kendaraan taktis dibuka, memperlihatkan deretan koper dengan beragam warna dan ukuran yang tersusun rapi di dalamnya.
Petugas berompi Reserse dan Kortastipidkor tampak berjibaku mengeluarkan koper-koper berat itu satu per satu.
Koper-koper tersebut kini telah diamankan di dalam gedung untuk diverifikasi lebih lanjut oleh tim penyidik.
Operasi penggeledahan di rumah mewah Sentul ini merupakan bagian dari penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam tiga perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi mengenai kepemilikan rumah maupun total nilai aset di dalam koper-koper tersebut.
Baca Juga: Polri Geledah 12 Lokasi Korupsi PLN-Asabri, DPR: Siapa pun Wajib Hormati Proses Hukum!
Kakortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menyebutkan bahwa saat ini seluruh temuan penyidik di lapangan masih dalam proses pendalaman.
"Mohon waktu," kata dia.
Kasus ini menyedot perhatian publik lantaran diduga menyeret nama salah satu petinggi penegak hukum yang selama ini dikenal sebagai motor pemberantasan korupsi di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Polri Geledah 12 Lokasi Korupsi PLN-Asabri, DPR: Siapa pun Wajib Hormati Proses Hukum!
-
Pengamat: Jika Polri Terus Bungkam, Publik Bisa Menganggap Kasus Jampidsus Sebagai Balas Dendam
-
Polri Belum Pastikan Foto Keluarga di Brankas Rp476 Miliar Milik Febrie Adriansyah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik