- Puluhan anggota TNI menjaga kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Juli 2026.
- Kapuspen TNI menyatakan pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan resmi Kejaksaan Agung sesuai aturan perlindungan bagi jaksa.
- Pada hari yang sama, tim gabungan Polri melakukan penggeledahan di 12 lokasi terkait dugaan korupsi TPPU perusahaan besar.
Suara.com - Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, belakangan jadi pusat perhatian.
Kali ini bukan karena kasus besar yang ditanganinya, seperti korupsi kasus Asabri hingga PT Timah di masa lalu.
Penyebabnya, kediaman Febrie tiba-tiba dijaga ketat oleh puluhan anggota TNI pada Rabu (8/7/2026).
Setidaknya lebih dari 20 anggota TNI, baik berseragam loreng maupun berpakaian sipil, menjaga rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di area pintu masuk.
Rumah Febrie Adriansyah tersebut berada di Jalan Radio I Nomor 5, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Di sisi lain, pada hari yang sama juga berlangsung penggeledahan hingga 12 lokasi oleh tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya.
Penggeledahan berlangsung dari Rabu siang sampai malam. Penggeledahan dikaitkan dengan dugaan kasus korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel.
Beberapa lokasi yang digeledah adalah Cafe de'Clan Signature di Cipete dan Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
Adapun penempatan personel TNI di rumah Febrie Adriansyah dibenarkan Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas.
Pengamanan ini atas permintaan Kejaksaan Agung. Ia menyebut kehadiran TNI tersebut tidak berkaitan dengan isu lain yang sedang berkembang.
"Terkait pengamanan Jampidsus, benar pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya. Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang," kata Nas, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).
Sebagai jaksa, nama Febrie Adriansyah dikenal memiliki rekam jejak penanganan kasus-kasus besar dalam kariernya.
Portofolionya ini sampai-sampai membuat Kejagung meminta TNI untuk melakukan pengawalan khusus kepadanya sejak 2024. Meski begitu, namanya tak luput dari kontroversi.
Beberapa kontroversi yang melekat itu seperti ketika kekayaannya meningkat tiga kali lipat dalam setahun yang dapat dilihat dalam LHKPN Febrie Adriansyah untuk periodik 2022 dan 2023.
Ia pun pernah dilaporkan oleh Koalisi Sipil Masyarakat Antikorupsi ke KPK atas dugaan korupsi pada Maret 2025.
Berita Terkait
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Kejagung Periksa 2 Saksi Swasta dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Pihak Febrie Adriansyah Buka Suara Terkait Kematian Sutrimo dan Eksumasi Kepolisian
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif