News / Internasional
Minggu, 12 Juli 2026 | 16:11 WIB
Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani [Qatar Airways]
Baca 10 detik
  • Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, meninggal dunia pada usia 74 tahun, Minggu 12 Juli 2026.
  • Pemerintah Qatar menetapkan masa berkabung resmi selama empat hari dengan mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh instansi.
  • Sheikh Hamad dikenal sebagai pemimpin visioner yang mentransformasi Qatar menjadi eksportir gas alam cair terbesar di dunia internasional.

Suara.com - Mantan Emir Qatar yang dijuluki sebagai Father Emir, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, dilaporkan meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Kepastian wafatnya tokoh penting Timur Tengah ini disampaikan langsung oleh pihak Istana Kerajaan (Amiri Diwan) pada Minggu (12/07/2026) pagi waktu setempat.

"Dengan hati yang teguh dan penuh keimanan terhadap takdir serta ketetapan Allah, Amiri Diwan berduka atas kehilangan besar bagi bangsa dengan wafatnya Yang Mulia Father Emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani—semoga Allah merahmatinya—yang meninggal dunia pagi ini," demikian bunyi pernyataan resmi dari Amiri Diwan.

Pemerintah Qatar langsung menetapkan masa berkabung publik selama empat hari yang akan dimulai pada hari Senin.

Selama periode berkabung tersebut, seluruh aktivitas operasional di instansi pemerintah dan lembaga publik akan ditangguhkan untuk sementara waktu. Selain itu, bendera nasional Qatar juga diinstruksikan untuk dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Profil Sheikh Hamad

Sheikh Hamad, yang memegang tampuk kekuasaan di Qatar sejak tahun 1995 hingga 2013, diakui secara luas sebagai arsitek utama di balik transformasi masif negara kaya energi tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, Qatar mengalami lompatan besar di sektor ekonomi, sosial, dan budaya, yang berhasil mendongkrak posisi negara itu di panggung diplomasi internasional.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah keberhasilan mengoordinasi investasi ekonomi skala besar serta membangun kemitraan internasional yang luas. Strategi ini berhasil mengantarkan Qatar menjadi eksportir gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) terbesar di dunia.

Baca Juga: Didikan John Herdman, Striker Kanada Jonathan David Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026

Kini, pengaruh politik Doha telah meluas ke berbagai belahan dunia, mulai dari Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia.

Momentum puncak dari visinya tecermin saat Qatar sukses menyelenggarakan Piala Dunia FIFA pada tahun 2022 lalu, sebuah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Pakar Hubungan Internasional dari Qatar University, Abdulla Banndar el Etaibi, menilai bahwa Sheikh Hamad telah berhasil mengubah lanskap Qatar secara radikal.

"Kita sedang membicarakan sosok yang meninggalkan warisan besar di seluruh dunia, tidak hanya di Qatar. Beliau bekerja sangat keras untuk mengubah Qatar dari negara biasa menjadi negara yang menonjol dan luar biasa melalui investasi besar di sektor LNG," ujarnya kepada Al Jazeera.

Rekam jejak kepemimpinan Sheikh Hamad juga diwarnai dengan sejumlah kebijakan visioner, di antaranya:

  • Sektor Media: Menginisiasi peluncuran Jaringan Berita Al Jazeera pada tahun 1996, yang dalam hitungan tahun tumbuh menjadi salah satu media paling berpengaruh di tingkat global.
  • Reformasi Hukum: Mengundangkan konstitusi permanen pertama bagi Qatar pada tahun 2004.
  • Hak Politik Perempuan: Memperkenalkan pemilihan umum daerah (munisipal), di mana kaum perempuan untuk pertama kalinya diberikan hak konstitusional untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai kandidat.

Pada tahun 2013, Sheikh Hamad mengambil langkah politik yang langka di kawasan Teluk dengan melakukan abdikasi secara sukarela. Ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada putranya yang saat itu berusia 33 tahun, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang kini memimpin Qatar.

Kepergian Sheikh Hamad memicu gelombang ucapan duka cita dari berbagai kepala negara. Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, menyampaikan rasa simpati terdalamnya melalui platform media sosial X. "Belasungkawa dan simpati terdalam kami sampaikan kepada negara saudara Qatar, kepada Emir, pemerintah, serta rakyatnya," tulisnya.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, yang memuji kepemimpinan visioner mendiang serta kontribusinya terhadap perdamaian dan kerja sama di kawasan regional.

Sementara itu, Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed bin Zayed Al Nahyan, turut menyampaikan ucapan duka citanya secara personal. "Saya menyampaikan belasungkawa tulus kepada saudara saya @TamimBinHamad dan keluarga atas wafatnya sang ayah, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah memberikan rahmat dan menempatkan jiwanya dalam kedamaian abadi," ungkapnya melalui pesan resmi.

Load More