Bisnis / Properti
Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB
ARSIP. [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]
Baca 10 detik
  • PT KAI memperpanjang peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk melayani rangkaian KRL formasi 12 kereta.
  • Pengembangan infrastruktur dilakukan guna mengurai kepadatan penumpang yang rata-rata mencapai 431.368 orang setiap hari pada tahun 2026.
  • Fasilitas baru telah lulus uji beban dan operasional demi meningkatkan efisiensi waktu serta kenyamanan mobilitas seluruh pengguna KRL.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mempercepat pengembangan infrastruktur di Stasiun Bogor dengan menyiapkan peron di jalur 6, 7, dan 8.

Langkah strategis ini diambil agar stasiun tersebut mampu melayani rangkaian KRL Commuter Line Jabodetabek dengan formasi 12 kereta (Trainset/SF12), guna mengurai kepadatan penumpang yang terus meningkat.

Pengembangan ini difokuskan untuk merespons tingginya volume pengguna di koridor Bogor Line. Sepanjang Semester I 2026, lintas tersebut tercatat telah melayani 78.077.679 pelanggan atau rata-rata mencapai 431.368 pelanggan per hari.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas peron di Stasiun Bogor sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Berdasarkan data pergerakan penumpang periode Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor sendiri mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, dengan rincian 9.371.057 penumpang masuk (gate in) dan 9.080.405 penumpang keluar (gate out).

Sebelum proyek ini dijalankan, fasilitas peron di jalur 6, 7, dan 8 hanya memiliki panjang yang memadai untuk melayani rangkaian KRL dengan formasi maksimal 10 kereta (SF10).

“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujar Anne Purba dalam keterangan resmi KAI, Senin (13/7/2026).

Lolos Uji Coba Fisik dan Keamanan Operasional

Kesiapan infrastruktur peron baru ini dipastikan telah melalui rangkaian pengujian ketat yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Tahapan diawali dengan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026, dilanjutkan dengan uji coba operasional KRL langsung di trek pada 1 Juli 2026.

Baca Juga: Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Proyek pengembangan prasarana ini bersifat menyeluruh, meliputi perpanjangan jalur dan marka peron, penguatan struktur dan arsitektur, penataan sistem Listrik Aliran Atas (LAA), mekanikal dan elektrikal, hingga pemasangan kanopi pelindung peron (overcapping).

“Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” lanjut Anne.

Modernisasi fasilitas di Stasiun Bogor ini berjalan simultan dengan program besar pengadaan 27 rangkaian KRL baru oleh KAI Commuter. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 18 rangkaian atau setara 216 unit kereta baru di antaranya telah resmi mengaspal dan melayani publik.

Tujuan akhir dari sinkronisasi ini adalah memangkas waktu tunggu, memperlancar alur naik-turun penumpang, serta mengurai kepadatan stasiun pada jam-jam sibuk (peak hours).

Selama tahap finalisasi pekerjaan berlangsung di lapangan, KAI dan KAI Commuter terus mematangkan pengaturan alur penumpang, visual informasi layanan, serta penempatan petugas pengamanan ekstra.

Pengguna KRL diimbau untuk senantiasa memperhatikan informasi papan petunjuk dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama.

Load More