- PT KAI memperpanjang peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk melayani rangkaian KRL formasi 12 kereta.
- Pengembangan infrastruktur dilakukan guna mengurai kepadatan penumpang yang rata-rata mencapai 431.368 orang setiap hari pada tahun 2026.
- Fasilitas baru telah lulus uji beban dan operasional demi meningkatkan efisiensi waktu serta kenyamanan mobilitas seluruh pengguna KRL.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mempercepat pengembangan infrastruktur di Stasiun Bogor dengan menyiapkan peron di jalur 6, 7, dan 8.
Langkah strategis ini diambil agar stasiun tersebut mampu melayani rangkaian KRL Commuter Line Jabodetabek dengan formasi 12 kereta (Trainset/SF12), guna mengurai kepadatan penumpang yang terus meningkat.
Pengembangan ini difokuskan untuk merespons tingginya volume pengguna di koridor Bogor Line. Sepanjang Semester I 2026, lintas tersebut tercatat telah melayani 78.077.679 pelanggan atau rata-rata mencapai 431.368 pelanggan per hari.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas peron di Stasiun Bogor sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Berdasarkan data pergerakan penumpang periode Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor sendiri mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, dengan rincian 9.371.057 penumpang masuk (gate in) dan 9.080.405 penumpang keluar (gate out).
Sebelum proyek ini dijalankan, fasilitas peron di jalur 6, 7, dan 8 hanya memiliki panjang yang memadai untuk melayani rangkaian KRL dengan formasi maksimal 10 kereta (SF10).
“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujar Anne Purba dalam keterangan resmi KAI, Senin (13/7/2026).
Lolos Uji Coba Fisik dan Keamanan Operasional
Kesiapan infrastruktur peron baru ini dipastikan telah melalui rangkaian pengujian ketat yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Tahapan diawali dengan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026, dilanjutkan dengan uji coba operasional KRL langsung di trek pada 1 Juli 2026.
Baca Juga: Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
Proyek pengembangan prasarana ini bersifat menyeluruh, meliputi perpanjangan jalur dan marka peron, penguatan struktur dan arsitektur, penataan sistem Listrik Aliran Atas (LAA), mekanikal dan elektrikal, hingga pemasangan kanopi pelindung peron (overcapping).
“Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” lanjut Anne.
Modernisasi fasilitas di Stasiun Bogor ini berjalan simultan dengan program besar pengadaan 27 rangkaian KRL baru oleh KAI Commuter. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 18 rangkaian atau setara 216 unit kereta baru di antaranya telah resmi mengaspal dan melayani publik.
Tujuan akhir dari sinkronisasi ini adalah memangkas waktu tunggu, memperlancar alur naik-turun penumpang, serta mengurai kepadatan stasiun pada jam-jam sibuk (peak hours).
Selama tahap finalisasi pekerjaan berlangsung di lapangan, KAI dan KAI Commuter terus mematangkan pengaturan alur penumpang, visual informasi layanan, serta penempatan petugas pengamanan ekstra.
Pengguna KRL diimbau untuk senantiasa memperhatikan informasi papan petunjuk dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama.
Berita Terkait
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan
-
Desain Mewah Gambir Jadi Lifestyle Hub, KAI Masih Rahasiakan Kapan Proyek Dimulai
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet
-
Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
Terkini
-
Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun
-
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang
-
Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116
-
IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor
-
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang
-
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi, Bisa Bawa Hingga 64 Kg
-
Patra Jasa Perkuat Strategi ESG Lewat Dekarbonisasi
-
Dari Pacific Place hingga Ritz-Carlton, Ini Deretan Properti Mewah Milik Tan Kian
-
Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar