- Bareskrim Polri membongkar sindikat pencurian 38 modul BTS yang menyebabkan gangguan sinyal telekomunikasi di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
- Para pelaku menyamar sebagai teknisi untuk mencuri.
- Polisi menangkap sejumlah tersangka dan mengungkap adanya jalur distribusi barang curian tersebut ke luar negeri melalui Bangkok.
Suara.com - Bareskrim Polri membongkar sindikat pencurian modul Base Transceiver Station (BTS) yang menyebabkan gangguan layanan telekomunikasi di Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.
Aksi para pelaku tidak hanya membuat sinyal dan layanan internet sempat lumpuh di sejumlah wilayah, tetapi juga mengakibatkan kerugian operator telekomunikasi yang ditaksir mencapai Rp60 miliar.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap sejumlah pelaku, menyita 38 unit modul BTS, sekaligus mengungkap dugaan jalur distribusi barang curian ke luar negeri.
Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Teuku Arsya Khadafi mengatakan pengusutan bermula dari laporan PT Smart XL Telecom Sejahtera Tbk. yang berulang kali kehilangan modul BTS di sejumlah lokasi.
Hilangnya perangkat vital tersebut berdampak langsung terhadap kualitas layanan telekomunikasi. Sejumlah wilayah bahkan sempat mengalami gangguan sinyal akibat modul BTS dicuri.
Berbekal laporan itu, Satresmob Bareskrim Polri bersama Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Ciracas melakukan penyelidikan melalui analisis rekaman CCTV dan penelusuran di lapangan.
Hasilnya, polisi mengidentifikasi para pelaku yang beraksi dengan menyamar sebagai teknisi jaringan.
“Mereka memanfaatkan pengetahuan dan akses yang dimiliki sebagai mantan pekerja atau vendor instalasi jaringan,” kata Arsya kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Polisi menangkap AN dan ASA yang diduga berperan sebagai eksekutor pencurian, RR yang merupakan mantan teknisi instalasi jaringan, serta GA yang bertugas sebagai penadah sekaligus pengepul barang hasil curian.
Baca Juga: Kurikulum Pendidikan Baru Bakal Ajarkan Bahaya LGBTQ Sejak SD hingga SMA
Penyidik kemudian mengembangkan kasus setelah menemukan 11 transaksi perbankan bernilai puluhan juta rupiah antartersangka. Temuan itu menguatkan dugaan adanya jaringan yang lebih besar, termasuk keterlibatan pihak di luar negeri.
Hasil penyelidikan menunjukkan modul BTS yang dicuri dikumpulkan oleh pengepul sebelum dikirim ke luar negeri melalui jasa ekspedisi.
Pengiriman tersebut diduga dikendalikan oleh seorang warga negara asing berinisial JZ yang berada di Bangkok, Thailand.
Lima TKP di Banten
Pengembangan penyidikan juga dilakukan di wilayah Banten. Polisi menemukan lima lokasi pencurian yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan vendor aktif menggunakan mobil Daihatsu Sigra.
Dari aksi tersebut, sebanyak 15 unit modul BTS dilaporkan hilang dan dijual kepada penadah berinisial IG alias Kinoy di Kabupaten Lebak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus