- PWI menyesalkan tindakan Hotman Paris yang melontarkan kata-kata merendahkan kepada wartawan dalam konferensi pers Jumat, 17 Juli lalu.
- Ketua Umum PWI Akhmad Munir menegaskan bahwa wartawan menjalankan tugas jurnalistik demi kepentingan publik yang dilindungi undang-undang.
- PWI menuntut Hotman Paris segera meminta maaf demi menjaga marwah profesi serta etika interaksi antara advokat dan jurnalis.
Suara.com - Persatuan Wartawan Indonesia menyatakan prihatin serta menyesalkan sikap pengacara Hotman Paris Hutapea, yang dinilai merendahkan martabat profesi wartawan. PWI meminta Hotman meminta maaf.
Hal itu terkait pernyataan Hotman Paris dalam konferensi pers terkait kasus korupsi kliennya eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, Jumat (17/7). Dalam kesempatan itu, Hotman sempat melontarkan pernyataan "lu punya otak enggak?" kepada wartawan yang bertanya.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan wartawan memiliki mandat undang-undang untuk mencari informasi demi kepentingan publik.
Ia mengingatkan, dalam negara demokrasi, narasumber memang memiliki hak untuk tidak menjawab, namun hal itu tidak boleh dibarengi dengan tindakan yang merendahkan harga diri profesi pewarta.
"Setiap orang punya hak menyampaikan pendapat, termasuk menjawab atau menolak menjawab pertanyaan wartawan. Tapi itu bukan alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistik. Wartawan itu bekerja demi kepentingan publik serta dilindungi Undang-Undang Pers," kata Akhmad Munir, Mingg (19/7/2026).
PWI Pusat menggarisbawahi, kritik atau perbedaan pendapat dalam sesi tanya jawab adalah hal yang lumrah.
Namun, yang menjadi sorotan tajam adalah gaya komunikasi yang cenderung mengintimidasi dan meremehkan kapasitas wartawan yang sedang bertugas.
Sebagai organisasi yang menaungi ribuan jurnalis di seluruh Indonesia, PWI merasa perlu mengambil sikap tegas agar kejadian serupa tidak menjadi preseden buruk di masa depan.
Akhmad Munir menjelaskan, langkah PWI ini sama sekali tidak berkaitan dengan substansi perkara hukum yang sedang dibela oleh Hotman Paris. Fokus utama PWI adalah pada etika interaksi dan perlindungan terhadap profesi.
Baca Juga: Gerindra Semprot Hotman Paris: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum
"PWI Pusat tak masuk ke perkara hukum yang jadi perhatian publik. Kami hanya ingin menjaga marwah profesi wartawan serta memastikan setiap insan pers bisa menjalankan tugasnya secara bebas, profesional, bermartabat tanpa intimidasi verbal dari siapa pun," tegas Munir.
Dalam pandangan PWI Pusat, advokat dan wartawan sebenarnya adalah mitra strategis dalam penegakan hukum dan kontrol sosial.
Jika advokat berjuang untuk hak hukum kliennya, maka wartawan berjuang untuk hak tahu masyarakat.
Keduanya merupakan profesi terhormat yang seharusnya saling bersinergi dalam bingkai etika yang saling menghormati.
Ketegangan ini diharapkan tidak memutus jalur komunikasi antara kedua profesi tersebut. Oleh karena itu, PWI Pusat secara terbuka meminta agar Hotman Paris memberikan klarifikasi dan menunjukkan itikad baik meminta maaf untuk mendinginkan suasana.
"Setiap advokat ya membela kliennya. Tapi pembelaan itu harus tetap menghormati profesi lain. Kritik terhadap pertanyaan wartawan adalah wajar, tapi penyampaiannya harus santun, profesional, tak merendahkan martabat insan pers," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Gerindra Semprot Hotman Paris: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum
-
Pakar: Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Tanpa Diperiksa Bertentangan dengan Konstitusi
-
Hotman Paris Kritik Kapolri, Orang Kebanggaan Presiden Dikriminalisasi
-
Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun
-
Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?
-
5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan
-
Andai Lionel Messi Memilih Spanyol
-
Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan
-
Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!
-
6 Sunscreen Terbaik untuk Wanita di Atas 40 Tahun dengan Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga
-
Cara Membedakan Kulit Sawo Matang dan Kuning Langsat, Begini Ciri-cirinya
-
Kebakaran Mobil di SPBU Pekanbaru, Hanguskan Pompa Pengisian BBM
-
Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir