- Menteri HAM Natalius Pigai menginstruksikan pendekatan budaya untuk menyelesaikan konflik lahan di Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
- Kementerian HAM mengirim tim pemantau ke lokasi untuk berkoordinasi dengan tokoh adat dalam menciptakan penyelesaian damai.
- Bentrokan antarwarga pada 18 Juli 2026 menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta kerusakan sejumlah bangunan dan kendaraan.
Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, meminta penyelesaian bentrokan antarmasyarakat di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengedepankan pendekatan budaya dan kearifan lokal, bukan hanya penegakan hukum.
Untuk mengawal proses tersebut, Pigai memerintahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi NTT bersama Staf Khusus Menteri turun langsung ke lokasi konflik guna melakukan pemantauan.
"Menteri HAM telah memerintahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT dan Staf Khusus Menteri untuk turun melakukan pemantauan ke Adonara, NTT," kata Pigai dalam keterangan di Jakarta, Senin (20/7/2026).
"Menteri HAM meminta agar penyelesaian masalah ini menggunakan jalur budaya, bukan langkah penegakan hukum pemolisian," katanya menambahkan.
Menurut Pigai, pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat pascakonflik sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna mendukung penyelesaian secara damai.
Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Pigai menilai karakter konflik sosial di Adonara memiliki kekhasan sehingga penyelesaiannya tidak cukup hanya mengandalkan proses hukum.
Berdasarkan pengalaman menangani berbagai persoalan sosial di wilayah tersebut, pelibatan tokoh adat dan mekanisme penyelesaian yang hidup di tengah masyarakat dinilai lebih efektif memulihkan hubungan antarkelompok sekaligus mencegah konflik serupa terulang.
Karena itu, Kementerian HAM akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat agar proses penyelesaian berlangsung secara damai, menghormati hak asasi manusia, serta memberikan rasa aman bagi warga terdampak.
Baca Juga: Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
Bentrokan Pecah
Diketahui, bentrokan antara masyarakat Desa Narasoina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, pada Sabtu (18/7), mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, serta menyebabkan kerusakan pada 20 unit rumah, satu tempat usaha, dan satu kendaraan roda dua.
Berdasarkan keterangan Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal dikatakan bahwa penyebab bentrokan dipicu persoalan batas tanah serta klaim sepihak atas lokasi yang disebut akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Berita Terkait
-
'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
Pengamanan Rumah Jampidsus Jadi Sorotan, Prabowo Didesak Cegah Intervensi Penegakan Hukum
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus