- Kortastipidkor Polri mengungkap kerugian negara sebesar Rp38,8 miliar akibat korupsi pemberian pinjaman PT PPA kepada PT BAS tahun 2019-2020.
- Penyidik menetapkan tiga orang tersangka atas keterlibatan mereka dalam praktik penyaluran dana proyek pengadaan batu bara yang tidak prosedural.
- Polri menyita aset tanah dan bangunan senilai Rp14,4 miliar di berbagai wilayah sebagai upaya memulihkan keuangan negara yang hilang.
Suara.com - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri mengungkap kerugian negara akibat dugaan korupsi pemberian dana pinjaman oleh PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) kepada PT Bintang Abadi Sempurna (BAS) dalam proyek pengadaan batu bara PT PLN Batubara periode 2019-2020 mencapai Rp38,8 miliar.
Kabag Ops Kortastipidkor Polri Kombes Pol. Ahmad Yusuf mengatakan dugaan kerugian tersebut disimpulkan berdasarkan hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hingga saat ini, kepolisian telah menetapkan dua tersangka, yakni IT selaku Investment Manager PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) dan FSN selaku Kepala Divisi Operasional PT Bintang Abadi Sempurna (BAS).
Selain itu, satu tersangka lainnya berinisial FH, selaku Direktur PT Bintang Abadi Sempurna, saat ini berstatus sebagai narapidana dalam kasus lain.
"Penyidik telah melakukan penahanan terhadap tersangka sebagai bagian dari proses penegakan hukum," jelas Ahmad Yusuf dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pemberian pinjaman tersebut, antara lain tidak adanya analisis risiko yang memadai, penggunaan dokumen yang tidak sah, tidak adanya pengawasan dalam penyaluran pinjaman, serta dugaan rekayasa rekening.
"Perkara ini bukan semata-mata kesalahan administratif, melainkan rangkaian tindakan yang diduga dilakukan secara sadar, terstruktur, sengaja, dan saling berkaitan," tambah Ahmad.
Oleh karena itu, kepolisian juga telah menyita aset berupa tanah dan bangunan milik para tersangka yang tersebar di Medan, Bekasi, Bogor, Samarinda, dan Sidoarjo dengan total nilai taksiran mencapai Rp14,4 miliar.
"Penyitaan itu merupakan upaya pemulihan keuangan negara," katanya.
Baca Juga: Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Usai Nobar Final Pildun, Ruangan Bupati Lombok Barat Disegel KPK, Keberadaan Bupati Jadi Misteri
-
Kasus Pajak di Banjarmasin Belum Selesai, KPK Kembangkan Perkara dengan Sprindik Baru
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik
-
Baru 1 Tahun Ada 15 Kepala Daerah Kena OTT KPK, Ini Daftarnya!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Dampingi UMKM hingga Raih Izin Resmi, Inilah Upaya BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Cara Cabut Berkas Motor Terbaru, Ini Syarat dan Langkah Praktisnya Biar Nggak Ribet
-
Oppo Find X10 Series Dikabarkan Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata
-
4 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Melimpah Hari ini 21 Juli 2026
-
Sering Delay? INACA Ungkap Mengapa Penerbangan di Indonesia Begitu 'Unik' dan Sulit Tepat Waktu
-
Leandro Paredes Cekik Pemain Spanyol, FIFA Janjikan Investigasi Mendalam