- Seorang pria berusia 26 tahun melakukan perusakan pagar dan intimidasi verbal terhadap keluarga Suraji di Rangkapan Jaya, Depok.
- Gangguan intens berupa intimidasi dan kekerasan fisik oleh pelaku terhadap keluarga korban telah berlangsung sejak tahun 2022.
- Keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Depok pada 15 Juli 2026 untuk mencari keadilan hukum.
Suara.com - Peristiwa pengrusakan pagar rumah dan intimidasi verbal terhadap keluarga Suraji di Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, diduga dilakukan oleh tetangga yang tinggal di samping rumah korban.
Putri sekaligus anak kedua Suraji, Novita, menerangkan bahwa pelaku merupakan pria berusia 26 tahun yang telah menikah dan berdomisili di Cinere. Pengrusakan pagar rumah korban terjadi pada Rabu (15/7/2026).
Namun, Novita menyatakan intimidasi verbal berupa kata-kata kasar masih berlanjut keesokan harinya setelah peristiwa tersebut.
"Iya. Terus besok malamnya. Masih (ada intimidasi) verbal ya," ujarnya saat ditemui Suara.com di rumahnya di kawasan Rawa Denok, Pancoran Mas, Depok, Senin (20/7/2026).
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab tindakan pelaku tersebut. Intimidasi yang dialami anggota keluarganya pun terjadi tanpa mengenal waktu.
"Enggak jelas. Bilangnya 'sakit hati', tapi enggak pernah dengar langsung dari mulut pelakunya. Malah keluarga kami dikatain pengangguran, padahal kami kerja semua," jelasnya.
Novita bercerita, gesekan dengan tetangga di samping rumah sudah terjadi sejak 2019 setelah keluarga pelaku pindah ke lokasi tersebut. Setiap akhir pekan, pelaku kerap singgah ke rumah orang tuanya yang berada di sebelah kanan kediaman Suraji.
Gangguan mulai terjadi secara intens sejak 2022 dalam bentuk intimidasi verbal dengan kata-kata kasar, pelemparan sampah, minyak jelantah, dan telur ke area rumah korban.
Mediasi antara keluarga korban dan pelaku telah beberapa kali dilakukan sejak saat itu. Upaya tersebut difasilitasi mulai dari tingkat rukun tetangga (RT) hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Baca Juga: Berkaca dari Kasus Viral di Depok, Punya Tetangga Baik adalah Privilege
Namun, selama proses mediasi, Novita menilai keluarga pelaku tidak kooperatif, tidak merasa bersalah, serta kerap menyampaikan pernyataan yang tidak masuk akal atau tidak dapat dibuktikan. Menurutnya, tidak pernah ada inisiatif dari pelaku maupun keluarganya untuk meminta maaf di luar forum mediasi.
"Tidak ada inisiatif (minta maaf). Dari keluarga mereka nggak merasa mereka bersalah. Makanya saya sebagai anak hanya bisa mendukung keluarga saya sendiri," katanya.
Kasus tersebut sempat dilimpahkan ke Dinas Sosial tingkat kelurahan. Namun, Dinas Sosial tidak dapat mengambil tindakan atau menjemput pelaku karena adanya surat penjaminan dari pihak keluarga pelaku.
Keluarga korban kemudian memutuskan melaporkan kasus tersebut langsung ke Polres Metro Depok pada 15 Juli 2026. Sebelumnya, laporan di tingkat Polsek hanya berujung pada arahan untuk kembali menempuh jalur mediasi.
Hingga berita ini ditulis, keluarga korban belum dimintai keterangan resmi secara tertulis di Polres dan masih menunggu undangan pemeriksaan.
Pada 2024, kakak laki-laki Novita pernah terlibat pertengkaran fisik hingga terluka akibat dilempari beling oleh pelaku. Tak hanya itu, kakak perempuan pelaku juga disebut sempat mencoba menabrak ibu Novita menggunakan sepeda motor di depan rumah korban.
Berita Terkait
-
Berkaca dari Kasus Viral di Depok, Punya Tetangga Baik adalah Privilege
-
Menguak Trauma dan Keberanian Grace dalam Novel Project Hail Mary
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
IHSG Terancam Gagal Menembus Resistance di Tengah Kenaikan Harga Minyak
-
Wanti-wanti Menko Yusril soal Kasus Febrie: Jangan Terjadi Penyimpangan, Bisa Diambil Alih KPK
-
Argentina Runner Up Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Sesakit Itu!
-
Skip Jakarta! Young K Day6 Umumkan Jadwal Tur Konser Solo Bertajuk Youngest
-
6 Cara Memakai Parfum Lokal agar Wanginya Tahan Lama dan Meninggalkan Jejak
-
Keuangan Makin Bersinar, 5 Shio Ini Diprediksi Penuh Keberuntungan 21 Juli 2026
-
Aturan Hak-hak Ojol Tak Masuk RUU LLAJ, DPR Janjikan Bakal Punya UU Sendiri
-
Profil Pau Cubarsi, Bek Spanyol yang Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
-
Lepas Status WNI Biayanya Naik 5 Kali Lipat, Menteri Supratman: Bukan Masalah Buat Bangsa
-
Timur Tengah di Ambang Perang Besar! Kematian 3 Tentara Picu Serangan Brutal AS ke Iran