-
Serangan rudal Iran di Yordania menewaskan dua tentara AS dan satu prajurit hilang.
-
Kejadian ini membuktikan risiko mematikan bagi pasukan AS meski tanpa invasi darat.
-
Presiden Donald Trump menghadapi tekanan politik besar untuk segera mengakhiri perang berkepanjangan.
Suara.com - Kematian dua tentara Amerika Serikat di Yordania membongkar risiko maut yang mengintai pasukan Paman Sam di luar medan tempur utama.
Eskalasi serangan udara Iran kini menyasar pangkalan pertahanan sekutu AS tanpa harus melibatkan kontak tembak darat secara langsung.
Departemen Pertahanan AS mengidentifikasi korban tewas sebagai Tyler James Feehan (25) asal Hawaii dan Isabella Gonzales (19) asal Texas.
Keduanya gugur setelah gelombang rudal balistik dan drone Iran menghantam posisi mereka di Yordania pada akhir pekan lalu.
Feehan merupakan Letnan Satu yang bertugas di komando pertahanan udara Fort Bragg dan mendapat kenaikan pangkat anumerta menjadi Kapten.
Perwira muda ini sebenarnya tinggal menunggu waktu untuk meraih gelar Master of Business Administration dari Southern Utah University.
Rektor universitas tersebut menyampaikan duka mendalam atas kehilangan salah satu mahasiswa terbaiknya dalam konflik kawasan yang terus memanas.
"Hati kami bersama keluarganya, sesama anggota dinas, teman sekelas, dan semua orang yang mengenal dan mencintai Tyler saat kita meratapi kehilangan yang mendalam ini bersama-sama," dikutip dari AP, Selasa (21/7/2026) pagi.
Sementara itu, Gonzales merupakan prajurit muda dari Komando Pertahanan Udara dan Rudal Angkatan Darat ke-10 yang berbasis di Jerman.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Begitu Iran Nyatakan Siap Negosiasi dengan Syarat
Alumni Hebron High School tahun lalu ini mendapat penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan tertingginya bagi negara.
Pihak sekolah menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas gugurnya alumni mereka di medan tugas pertahanan.
"Dia menyerahkan nyawanya dalam tugas itu, dan distrik kami sangat terpukul atas kehilangannya."
Pihak militer mengonfirmasi Gonzales tewas pada Jumat, sedangkan Feehan mengembuskan napas terakhir sehari setelahnya.
Komando Pusat AS juga melaporkan penemuan sisa-sisa jenazah yang sedang diidentifikasi terkait seorang prajurit lain yang hilang.
Kematian kedua prajurit ini menambah panjang daftar 17 anggota militer Amerika Serikat yang gugur sepanjang konflik bergulir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah